Henry J Gunawan Divonis Ringan

No comment 26 views

Surabaya, Investigasi.today –
Sidang kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat Bos Pasar Turi, Henry Jacosity Gunawan sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kini memasuki babak final.

Oleh majelis hakim yang diketuai Unggul Warso Mukti, Pemilik PT Gala Bumi Perkasa (GBP) ini dinyatakan terbukti bersalah melakukan penggelapan sertifikat tanah yang dilaporkan Notaris Caroline C Kalempung.

Menurut Hakim Unggul Warso Mukti, Tidak ada alasan pembenar dan alasan pemaaf yang dapat menghapus perbuatan pidana terdakwa Henry Jacosity Gunawan.

“Sehingga terdakwa Henry Jacosity Gunawan haruslah dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan,” ujar Hakim Unggul saat membacakan amar putusannya pada persidangan diruang Candra PN Surabaya, Senin (16/4/2018).

Kendati dinyatakan terbukti melanggar pasal 372 KUHP, Namun putusan Hakim Unggul justru tak kembali menjebloskan terdakwa Henry Jacosity Gunawan ke Rutan Negara lagi. Pengusaha property yang berlatar belakang lulusan Sekolah Dasar (SD) ini hanya divonis hukuman percobaan.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 8 bulan dengan masa percobaan selama 1 tahun,”kata Hakim Unggul saat menggedokkan palu atas vonis yang dibacakan.

Sebelum menjatuhkan vonis, Hakim Unggul Warso Mukti membacakan pertimbangan hukumnya yang menyatakan tidak sependapat dengan pembelaan tim penasehat hukum terdakwa Henry Jacosity Gunawan.

Pada pertimbangan itu, Hakim Unggul Warso Mukti menyatakan jika laporan Notaris Caroline C Kalempung benar adanya dan menyatakan bahwa keterangan saksi dua petinggi PT Gala Bumi Perkasa (PT GBP), yakni Raja Sirait dan Yuli Ekawati tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

“Keterangan Mantan Dirut PT Gala Bumi Perkasa (GBP), Raja Sirait dan Staf Legal PT GBP, Yuli Eka Wati tidak berdasar,” pungkas Hakim Unggul saat membacakan pertimbangan hukum pada amar putusannya.

Selain membenarkan laporan Notaris Caroline, Hakim Unggul juga membenarkan keabsahan transaksi jual beli dua objek tanah yang dilakukan antara terdakwa Henry Jacosity Gunawan dengan Hermanto.

“Saksi Hermanto sudah membayar lunas dan diterima oleh terdakwa Henry Jacosity Gunawan senilai 4,5 milliar rupiah untuk tanah di Cilaket Malang dan 500 juta rupiah untuk pembayaran objek di Jalan Teuku Umar Surabaya,” ujar Hakim Unggul.

Atas putusan tersebut, pihak terdakwa Henry Jacosity Gunawan melaui tim kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir. “Kami juga pikir pikir,”ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakosa saat menjawab pertanyaan hakim Unggul.

Vonis hakim Unggul Warso Mukti ini jauh lebih rendah dari surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakosa dari Kejari Surabaya, yang sebelumnya menuntut terdakwa Henry Jacosity Gunawan dengan hukuman 4 tahun penjara dengan perintah penahanan.

Terpisah, Siddik Latuconsina selaku tim penasehat hukum terdakwa Henry Jacosity Gunawan mengaku kecewa atas putusan hakim Unggul Warso Mukti. “Putusan mejelis hakim ini ngambang,”singkat Siddik usai persidangan.

Dari pantauan dipersidangan, terdakwa Henry Jacosity Gunawan terlihat tegang. Dia berkali-kali menggelengkan kepala dan memandang tim penasehat hukumnya saat Hakim Unggul Warso Mukti membacakan pertimbangan hukumnya.

Tak hanya itu, terdakwa Henry Jacosity Gunawan juga langsung ngacir meninggalkan ruang sidang tanpa ada sepatah kata pada awak media.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasus pidana ini bermula dari jual beli tanah antara terdakwa Henry Jacosity Gunawan dengan Hermanto, Klien dari Notaris Caroline C Kalempung. Tanah yang dijual belikan itu berada di Claket, Malang Jawa Timur seharga Rp 4,5 miliar dan objek lain di Jalan Teuku Umar Surabaya senilai Rp 500 juta.

Selanjutnya sertifikat tanah di Claket Malang tersebut dipinjam terdakwa Henry di Notaris Caroline C Kalempung guna perpanjangan SHGB. Ironisnya , sertifikat itu tak kunjung dikembalikan dan oleh terdakwa Henry, tanah yang sudah dibayar lunas oleh Hermanto itu justru dijual lagi ke orang lain dengan harga yang lebih tinggi yakni Rp 10,5 miliar. (Ml)

No Response

Leave a reply "Henry J Gunawan Divonis Ringan"