BUPATI PAMEKASAN RESMIKAN TPA ANGSANAH DENGAN POLA SISTIM SENITARY

0
INVESTIGASITOP.COM(Pamekasan)
Bertempat di TPA Angsanah Desa
Angsanah Kecamatan Palengaan, Bupati Pamekasan Drs. Achamad Syafii, MSi
meresmikan penggunaan dengan sistem Sanitary Landfill yang sekaligus
memperingati hari peduli sampah nasional 2017. Rabu (22/2).
Dalam sambutannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Amin Jabir, ST mengatakan
bertepatan hari peduli sampah nasional merupakan momentum untuk menghayati,
memahami dan melakukan tata kelola lingkungan khususnya persampahan di
Pamekasan demi keberlanjutan kehidupan yang sehat.

“Karena jika kwalitas lingkungan hidup semakin menurun dan tata kelola sampah
yang buruk akan mengancam keberlangsungan kehidupan manusia dan mahluk hidup
lainnya”, katanya.

Tujuan
peresmian TPA Angsanah untuk memprovokasi masyarakat agar memiliki perhatian
dan kepedulian terhadap lingkungan, menumbuhkan dan mengembangkan budaya peduli
lingkungan dan merubah pelaku disharmonis terhadap lingkungan serta mendorong
Indonesia bebas sampah tahun 2020.

Sementara perwakilan Dirjen Cipta Karya Moh. Sundoro mengatakan agar seluruh
stake holder untuk melakukan usaha yang berkelanjutan sebagai upaya penanganan
sampah di Indonesia. “Kami mengharapkan pemerintah kabupaten dapat senantiasa
melaksanakan penguatan kelembagaan dan kompetensi sumber daya manusia dalam
sistem pengelolaan sampah”, ungkapnya.

Bupati Pamekasan saat dikonfirmasi mengatakan, pengelolaan dengan sistim
sanitary lanfill ini sangat penting, karena sampah yang sampai nantinya
dikelola dengan baik, tidak seperti kemarinnya. “Sekarang sudah ada tempat
khusus dan sampahnya dapat dikelola dengan baik hingga tidak menimbulkan bau,
termasuk air limbah dari sampah juga”, jelasnya.

Sementara itu sampah yang masuk ke TPA Angsanah yang mempunyai luas penampungan
1,1 hektar dan mampu menampung 300 ton sampah masih banyak yang seharusnya
tidak masuk, sehingga perlu pengelolaan oleh TPS3R maupun bank sampah sehingga
sampah nantinya akan dibagi tiga. “Ada sampah anorganik, sampah organik yang
dikelola menjadi pupuk organik dan resido yang nantinya akan dibuang ke TPA
Angsanah ini, jadi nantinya kita harapkan sampah itu jadi sepertiga dan kita
timbun hingga beberapa tahun sudah habis” tuturnya ( jm/mt/Ags)