Istana Kecam Tindakan Oknum Prajurit TNI AU, Moeldoko: Proses Hukum, Kita Akan Pantau Kasus Tersebut

0
Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko

Jakarta, Investigasi.today – Tindakan aparat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menginjak kepala warga yang disebut menyandang disabilitas di Merauke, Papua mendapat kecaman dari pihak Istana Negara karena tindakan yang dilakukan dua aparat itu dinilai eksesif alias melampaui batas.

Dalam keterangannya, Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo meminta aparat keamanan harus memiliki perspektif hak asasi manusia (HAM). Aparat juga diminta menekankan pendekatan humanis dan dialogis, terutama kepada difabel.

“Atas terjadinya peristiwa tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan penyesalan mendalam dan mengecam tindak kekerasan tersebut,” ungkap Moeldoko, Rabu (28/7).

Moeldoko juga mengapresiasi respons cepat Panglima TNI dan Kepala Staf TNI AU dengan menahan pelaku untuk diproses hukum serta meminta seluruh lapisan masyarakat mempercayakan proses hukum yang sedang dilakukan.

Moeldoko menegaskan bahwa KSP akan ikut memantau kasus tersebut dan meminta masyarakat juga mengawasi proses hukum kasus tersebut. “KSP akan memastikan bahwa pelaku diproses secara hukum yang transparan dan akuntabel serta memastikan korban mendapat perlindungan serta pemulihan,” tegasnya.

Mantan Panglima TNI itu berharap kejadian serupa tak terulang kembali dan mengajak semua pihak untuk mewujudkannya tak hanya di Papua, juga di seluruh Indonesia.

“KSP mengajak semua pihak untuk berupaya memastikan agar kejadian tersebut tidak berulang, baik di Papua maupun di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya beredar video yang menayangkan aksi kekerasan aparat TNI AU. Dalam video yang beredar luas di media sosial tersebut, terlihat dua orang aparat meringkus seorang warga Papua dengan cara menindih badan dan menginjak kepala.

Tak ayal, kritik keras pun menghujani TNI AU. Merespons hal tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo meminta maaf atas tindakan anak buahnya.

“Saya selaku KSAU ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara-saudara kita di Papua, khususnya warga di Merauke, terkhusus lagi kepada korban dan keluarganya,” ungkap Fadjar lewat video yang diunggah dalam akun Twitter @_TNIAU, Selasa (27/7).

Fadjar juga menyebut bahwa anggotanya telah melakukan kesalahan dan tindakan yang dilakukan tersebut tidak berdasarkan perintah kedinasan.

“Hal ini semata-mata terjadi memang karena kesalahan dari anggota kami dan tidak ada niatan apapun juga. Apalagi dari berupa perintah kedinasan,” tandas Fadjar. (Ink)