Jalan Rusak Parah, Akibat Kendaraan Melebihi Tonase Bebas Melintas

0

Baturaja, investigasi.today – Jalan dibangun sudah ada golongan golonganya, berat muatanya, jenis serta bentuk mobilnya. Dengan tujuan menjaga ketahan jalan tersebut, seperti golongan III C, itu artinya jalan tersebut hanya bisa dilewati kendaraan bertonase maksimal 8 ton, dengan dimensi lebar kendaraan 2,10 meter dan dimensi panjang kendaraan 9,0 meter. Bila aturan tersebut dilanggar maka kejadian seperti di jalan Perumahan Kibang Permai Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang mengakibatkan kerusakan jalan makin parah, sulit untuk dihindari.

Itu semua terjadi disebabkan mobil tronton dan truk besar pengangkut barang melebihi tonase bebas melintas, sehingga membuat kondisi jalan banyak yang hancur. Semua itu tidak akan terjadi bila ada tindakan tegas dari Dinas Perhubungan (DISHUB).

“Nampaknya memang sengaja terjadi pembiaran oleh pihak Dishub, kenapa kami katakan demikian,  sebab hal ini sudah lama terjadi banyak mobil muatan berat yang melebihi tonase melintas setiap hari di jalan kibang permai ini, tanpa ada tindakan dari Dinas terkait,” ujar salah satu wartawan senior Ariyan, Selasa (26/12/2017).

“Bagaimana jalan tidak tambah parah rusaknya bila yang terjadi dilapangan justru kendaraan yang melintas melebihi kapasitas dimensi yang di izinkan dan berat beban kendaraan ada yang diatas 10 ton, karena berdasarkan kerusakan jalan dapat kita lihat sudah banyak hancur. Iya, banyak kendaraan dengan muatan 15 ton melintas bebas di jalan ini,” tandasnya.

Dia menambahkan, pihak Dishub OKU supaya tidak tutup mata, dan  melakukan pembiaran terhadap kendaraan yang melintas melebihi tonase, untuk itu kami berharap Dishub yang telah berkompeten terhadap permasalahan ini, segera turun kelapangan bila perlu tindak tegas terhadap kendaraan yang bertonase besar, mengingat jalan ini hanya di gunakan untuk memudahkan masyarakat beraktivitas dan bukan untuk kendaraan tonase bermuatan lebih 8 ton.

Tapi sungguh sayang Kepala Dinas Perhubungan Bpk, Aminilson belum bisa dikonfirmasi.

Diharapkan juga kepada Bupati OKU supaya tidak tinggal diam dengan permasalahan ini, demi kenyamanan masyarakat Oku bukan hanya untuk segelintir orang (Bos – bos besar) dan demi OKU lebih baik lagi.(tomi)