Kasus Istri Omeli Suami Mabuk, Komjak: Jaksa yang Terbukti Melanggar Harus Disanksi Tegas

0
Valencya, istri yang dituntut 1 tahun penjara karena memarahi suami mabuk

Jakarta, Investigasi.today – Hukuman 1 tahun penjara bagi wanita di Karawang karena memarahi suami yang sering mabuk dan berjudi berbuntut panjang. Para jaksa dan Aspidum Kejati Jawa Barat yang menangani kasus tersebut bakal diperiksa Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung).

Merespon kasus yang viral ini, Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Barita Simanjuntak, meminta jaksa yang terbukti melanggar kasus tersebut disanksi tegas.

“Kami Komisi Kejaksaan berkoordinasi dengan Jaksa Agung Muda Pengawasan akan memastikan pemeriksaan fungsional dilaksanakan dan semua oknum yang melanggar dijatuhi sanksi tegas,” ungkapnya, Selasa (16/11).

Barita menyayangkan para jaksa yang menangani kasus itu mengabaikan pedoman dan arahan pimpinan Adhyaksa. Seharusnya, para jaksa mengedepankan hati nurani dan profesionalitas dalam melaksanakan tugas.

“Kita menyesalkan tidak dilaksanakannya segala ketentuan, pedoman dan arahan yang dalam setiap kesempatan yang selalu disampaikan pimpinan Kejaksaan agar dalam melaksanakan tugas kewenangan mengedepankan hati nurani dan profesionalitas,” tuturnya.

Agar keadilan masyarakat bisa tercapai,
Barita menegaskan bahwa pihaknya akan terus memonitor jalannya proses penanganan kasus ini yang kini bergulir di Kejagung.

“Kami akan terus melakukan monitoring terhadap proses penanganan kasus ini agar berjalan dengan baik dan benar, sehingga keadilan masyarakat akan bisa dicapai,” terangnya.

Komisi kejaksaan mengapresiasi langkah cepat Jaksa Agung ST Burhanuddin yang memerintahkan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) untuk melakukan eksaminasi khusus terhadap kasus ini dan mendukung pemeriksaan fungsional jaksa yang juga dilakukan oleh Jamwas.

“Kita apresiasi langkah cepat Jaksa Agung yang memerintahkan Jaksa Agung Muda Pidana Umum untuk melakukan eksaminasi terhadap keseluruhan penanganan kasus ini termasuk melakukan pemeriksaan fungsional atas jaksa yang menangani kasus ini oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan,” tandas Barita.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyampaikan bahwa berdasarkan hasil temuan eksaminasi khusus yang dilakukan oleh Jampidum. Jamwas Kejagung akan memeriksa para jaksa yang menangani perkara wanita di Karawang memarahi suami yang sering mabuk dan berjudi.

“Berdasarkan hasil temuan eksaminasi khusus, maka disimpulkan para jaksa yang menangani perkara ini akan dilakukan pemeriksaan fungsional oleh Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan,” ungkap Leonard dalam siaran langsung di kanal YouTube Kejaksaan RI, Senin (15/11).

Leonard menambahkan, untuk memudahkan pemeriksaan oleh Jamwas, pihaknya juga akan menarik Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Jawa Barat ke Kejagung.

“Khusus terhadap Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, untuk sementara ditarik ke Kejaksaan Agung guna memudahkan pemeriksaan fungsional oleh Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan,” jelasnya.

Untuk diketahui, ibu dua anak bernama Valencya (45) dituntut 1 tahun penjara karena memarahi suaminya yang mabuk, CYC, asal Taiwan. Hal tersebut terungkap dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang.

Dalam pembacaan tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan Valencya (45) menjadi terdakwa dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) psikis dan dituntut 1 tahun kurungan penjara.

Saat dikonfirmasi, JPU Glendy Rivano mengatakan dari hasil pemeriksaan persidangan terdakwa V terbukti menjadi terdakwa terhadap suaminya.

“Jadi kasus ini masuk dalam undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bahwa diperoleh diperoleh fakta-fakta melalui keterangan saksi dan alat bukti bahwa inisial V terbukti jadi terdakwa dengan dijerat Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 5 huruf b,” ungkap Glendy usai persidangan pembacaan tuntutan di PN Karawang, Kamis (11/11) lalu.

Glendy menuturkan bahwa suaminya (CYC) mengaku diusir dan juga dimarahi dengan kata-kata kasar hingga terganggu psikisnya. “Jadi suaminya diusir dan dimarahi dengan kata-kata kasar,” pungkasnya. (Ink)