Kegiatan Olompiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat SMP se Tanjab Timur

0

TANJAB TIMUR JAMBI, Investigasi.today – Ajang Pelaksanaan Lomba Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional dilaksanakan di Kecamatan Rantau Rasau Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Selain prestasi yang diharapkan juga sebagai ajang forum silaturahmi antar siswa dan guru serta sebagai wadah dalam mengimplempetasikan pendidikan karakter, selain itu juga kegiatan yang mengarah kesana dan disatu sisi siswa juga harus menjunjung tinggi sportifitas siap kalah dan siap menang. Dan untuk juri dan wasit diharapkan mengedepankan kejujuran bersikap adil.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjab Timur, Drs. Junaiedi Rahmad mengatakan, ” Ajang pelaksanaan perlombaan tersebut adalah sebagai tempat atau wadah untuk membina minat dan bakat dan kreatifitas siswa dan siswi SMP sekabupaten Tanjung Jabung Timur. Cabang perlombaan O2SN yang dipertandingkan antara lain atletik, renang, bulu tangkis, karate, dan pencaksilat sedangkan untuk Festival lomba seni yaitu kreatifitas tari, musik tradisional, gitar solo, nyanyi solo, dan desain foster”. Ungkapnya.

Lanjut kadis “selanjutnya bagi para peserta yang menjuarai atau sebagai Juara 1 akan mengikuti lomba ke tingkat provinsi pada bulan agustus 2018 mendatang “papar kadis.

Adapun kegiatan lomba olimpiade O2SN berjalan selama 3 hari, terhitung 9 -11
mei 2018 kemarin , harapan kami untuk Kabupaten Tanjab Timur dapat berbicara dan berprestasi ditingkat Provinsi maupun Tingkat Nasional.

Dikarenakan O2SN ini dilaksanakan di Tingkat Kabupaten untuk juri dan wasit mengambil dari guru olah raga yang tidak sebagai pendamping peserta atau siswanya tidak mengikuti lomba dari masing-masing kecamatan dalam kegiatan O2SN tersebut.

Kemudian untuk pelaksanaan evaluasi leading sektor kita dispora, pengawas sekolah, guru-guru seni yang mempunyai sertifikat untuk menjaga sifat keberpihakan guru-guru SMA yang mempunyai keahlian dibidang seni.

Saat ini kondisi masih banyak kelemahan- kelemahan dan harus ada perbaikan dari sisi pengelolaan terutama pendampingan dan pembinaannya, yang mana sampai dengan saat ini masih keterbatasan anggaran untuk para atlit di level selanjutnya. (Bahar Suro).