Quraish Shihab: Tendang Sesajen Justru Tidak Islami

0
Prof Dr HM Quraish Shihab MA

Jakarta, Investigasi.today – Prof Dr HM Quraish Shihab MA akhirnya angkat bicara mengenai masalah pria yang menendang sesajen di Gunung Semeru. Menurut Quraish Shihab, orang yang meyakini bahwa sesaji bisa membantunya mencapai keinginan tidak diperbolehkan dalam Islam.

Quraish Shihab mengambil contoh misal ada seseorang memotong kepala kerbau supaya tidak diganggu jin dalam pembangunan. Hal itu kata dia tidak diperbolehkan.

“Tapi kalo anda menyembelih kerbau menyembelih sapi untuk anda sedekahkan dan makan bersama tidak ada masalah,” jelas Quraish Shihab.

Jika memang orang yang menaruh sesaji di Gunung Semeru itu memohon bantuan selain kekuatan Ilahi menurut Quraish Shihab, umat Islam harus hati-hati dalam menyikapinya.

Karena setiap masyarakat menurut Alquran, ujar dia, ada hal-hal yang dianggapnya baik dan Umat Islam dilarang mengganggunya.

Kemudian Quraish Shihab mengutip Alqur’an Surat Al An’am ayat 108.

“Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah. Karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan” demikian arti dari ayat tersebut.

Pandangan penyusun Kitab Tafsir Al Misbah itu disampaikan dalam acara yang dipandu Najwa Shihab pada channel YouTube Najwa Shihab berjudul Soal Tendang Sesajen, Ini Kata Abi Quraish Shihab | Shihab & Shihab yang diunggah Jumat (15/1).

Prof Quraish pun mengajak siapapun, lebih khusus lagi umat Islam, untuk menghormati apa yang menjadi kepercayaan yang dianut oleh orang lain.

Apakah orang yang menghormati sama saja menyetujui? Menurut Prof Quraish, keduanya berbeda.

“Menghormati itu bukan berarti setuju. Itu adatnya, kebiasaannya, kepercayaannya. Kenapa diganggu,” kata ayah dari presenter kondang Najwa Shihab ini.

Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) menjelaskan pentingnya akhlak menghormati tradisi dan keyakinan orang lain, karena tujuan utamanya adalah menjaga kerukunan.

Dalam ulasannya, Prof Quraish mengungkapkan bahwa praktik sesajen memang merupakan bentuk perbuatan syirik atau menyekutukan Allah, bagi umat Isalm ada konsekuensinya yaitu siksa di kehidupan berikutnya.

Tetapi yang menentukan konsekuensi itu adalah prerogative Allah. Demikian halnya soal murka yang diterima, semua atas izin Allah dan manusia tak ada kuasa.

“Tidak apa-apa, nanti Tuhan yang akan menentukan di hari kemudian apa pandangan Tuhan, keputusan Tuhan terhadap mereka. Jadi harusnya itu (sesajen) jangan ditendang,” terang ulama yang pernah menimbah ilmu di Universitas Al Azhar Mesir itu.

Najwa Shihab yang mewawancarai Quraish Shihab menanyakan mengenai ada yang menyamakan perbuatan orang menendang sesaji itu dengan perbuatan Nabi Ibrahim menghancurkan berhala.

“Ini salah paham,” kata Quraish Shihab.

Menurutnya setiap agama, setiap nabi membawa dua macam ajaran. Ada prinsip-prinsip dasar. Prinsip-prinsip dasar dari semua nabi sama. Ketuhanan, percaya ada wahyu, percaya hari kemudian, percaya ada kitab suci,.

Kemudian lagi ada hukum-hukum syariat. Itu beda-beda. Nabi Ibrahim kata dia, membawa keesaan Tuhan. Nabi-nabi sebelumnya dipercaya menyampaikan keesaan Tuhan.

“Tapi ada syariatnya yang tidak sesuai dengan kita. Dia menghancurkan berhala-berhala itu tidak harus diteladani. Itu ajaran yang sesuai dengan ajaran Nabi Ibrahim. Nabi Muhammad tidak menghancurkan berhala-berhala,” tutur Quraish Shihab.

“Buktinya apa? Sahabat-sahabat beliau yang paham agama ketika ke Mesir, Irak, ketika ke Syiria itu menemukan berhala-berhala. Mereka tidak hancurkan,” lanjutnya.

Najwa Shihab lalu menanyakan sikap Nabi Muhammad SAW yang menghancurkan berhala ketika masuk Mekkah.

“Tapi kan ketika Nabi Muhammad SAW sempat menghancurkan berhala ketika di Mekkah,” cecar Najwa.

“Mekkah itu punya status khusus. Mekkah itu adalah tanah suci yang oleh Allah dan Rasul-Nya dinyatakan tidak boleh dihuni kecuali orang beragama Islam,” jelas Quraish Shihab.

Quraish Shihab menganalogikan adanya kebijakan yang dikenal dengan visa. Visa itu kebijakan negara dalam konteks menjaga keamanan dan menampakkan keindahan.

Sehingga bisa saja satu orang dilarang negara masuk ke negara itu karena bertentangan dengan falsafah dan ketentuannya.

“Islam melarang non muslim masuk ke sana (Mekkah). Kalau begitu masih dibutuhkan berhala-berhala itu di sana? Tidak. Silakan pindahkan saja, hancurkan saja,” tandasnya.

Menurut Quraish Shihab apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW di Mekkah menghancurkan berhala berbeda konteksnya dengan perbuatan orang yang menendang sesajen di Gunung Semeru.

“Jangan pakai itu di sini, beda konteks. Jadi kalau ada orang tendang sesajen justru tidak Islami. Islam suruh biarkan saja, kenapa mau dilarang?” papar Quraish Shihab.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu viral di medsos video pria melempar dan menendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. (*/Ink)