SENGKETA TANAH WARGA, SUDAH 1 TAHUN BELUM ADA PENYELESAIAN

0

investigasitop.com(Malang)Pada hari Kamis tanggal 6/4/17 terjadi sengketa tanah milik
warga dengan PT. Green Field Indonesia di kawasan Desa Babatan Kec Ngajum sudah
1 Thn belum membuahkan hasil.
Menurut keterangan salah satu
perangkat Desa Babatan tanah milik petani atas nama Pramono, Gunawan dan Tosim
yang mengangap haknya di gunakan oleh Perusahaan Susu PT. Green Field
Indonesia.
Imam salaku Humas dari perusahaan
menemui para penuntut yang di dampingi keamanan dari polres dan Kodim untuk
mediasi berlangsung sekitar 2 jam lebih. Pihak Perusahaan meminta permasalahan
ini butuh kejelasan dari BPN Kabupaten Malang.
Pak Paliadi orangtua Pramono yang
menanggap pemilik tanah mengatakan, dari humas perusahaan dalam pertemuan
tersebut mengeluarakan  7 foto copi Sertifikat dan salah satunya memang
ada surat yang masuk wilayah Babatan.
Yang menjadi sumbu pemicu
permaslahan adalah batas patok yang dulu pernah di ukur oleh Muspika di buang
dan di bangun jalan cor dan pagar pabrik susu PT. Green Field tanpa ada
koordinasi pada pemilik para petani.
Sementara Kepala Desa Babatan
Suwarno yang ikut serta hadir dalam sengketa tanah ini mengatakan tanah ini di
leter C adalah termasuk tanah P 2 milik negara yang hanya oper garapan
kepemilikanya.
Yang di permaslahkan di antaranya
milik Pramono yang dulunya 4600 Meter setelah di cek dengan pengukuran tinggal
4250 Meter jadi yang hilang 350 Meteran, selain itu milik Gunawan dan Tosim
juga tidak sesuai dengan pengukuran awal.
Satu tempat Pihak Kecamatan yang di
hadiri Sekretaris Camat (Gianto) saat di konfirmasi tudak banyak komentar
permaslahan ini masih menunggu dari BPN yang rencana ia akan menfasiltasi nanti
tanggal 11 sampai 13 April 2017 minggu depan namun untuk pengukuran ulang
terserah nanti waktu yang akan dibtentukan dari Badan Pertahanan Nasional
Kabupaten Malang ujarnya.
Sengketa ini yang kawal dari Intel
Polres, Intel Kodim, Kapolsek Ngajum beserta jajaranya, Koramil, dari Kecamatan
bersama pihak Desa Babatan dan Puluhan warga ikut menyaksikan kejadian ini,
situasi keadaan aman dan terkendali.(Utsman)