Terkait Kebocoran Pipa Gas, Publik Pertanyakan Komitmen Petro China

0

Tanjab Timur, investigasi.today – Pimpinan PT. Petro Cina Tbk melakukan konfrensi pers terkait adanya kebocoran pipa. Acara dilaksanakan pada Kamis (28/12), juga dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Fajar Alamsyah.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kampung Ratu Talang Babat. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Agustin,  yang menjelaskan kejadian kebocoran pipa gas PT. Petro China Tbk.

Kebocoran pertama diketahui pada tanggal 1 Desember 2017, di Desa Lagan Ulu Kec. Geragai pada pukul 13.05 Jumat. 

“Dinas Lingkungan Hidup langsung turun kelokasi kejadian dan meminta pihak petro menghentikan dulu aliran limbah supaya tidak terlalu banyak keluar agar tidak sulit pemulihan” jelas Agustin.

Pada tanggal 5 Desember 2017, ada kesepakatan bersama berupa laporan tertulis, pemkab bersama Petro akan turun menetapkan luasan areal berdampak. Kita akan menggunakan laboratorium dari beberapa titik kotdinat lahan terkontaminasi.

Kita juga akan membentuk tim bersama dengan Surat Keputusan Bupati tentang perihal ganti rugi yang dipimpin oleh Sekda Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Saat ini kita masih menunggu laboratorium hasil cek tanah. Perto china akan bertanggungjawab, ada surat pernyataan pimpinan bahwa petro bertanggungjawab dari fel menager, “segala sesuatu akan diselesaikan sesuai dengan undang-undang yang berlaku” tambahnya.

Agustin menjelaskan tentang kejadian yang kedua terjadi pada senin (25/12) dengan adanya indikasi kebocoran pipa gas di km 4 Rt. 32 Desa Pandan Jaya.

Indikasi itu dianggap suatu ketidak sengajaan, semua berawal dari pengawasan rutin berdasarkan alat pendeteksi pipa gas.

Selanjutnya diketahui terjadinya pengurangan tekanan yang tidak normal. Pihak Petro china langsung mengidentifikasi lokasi kejadian dan mengisolasi daerah.

“Kami telah sepakat apapun yang terjadi Petro siap bertanggungjawab dan berharap kedepannya ada komunikasi lebih baik” tambahnya.

Saiful, Super Intenden PT. Petro China yang hadir pada acara tersebut, menjelaskan kronolagis dari kebocoran pipa gas.

“Pertama kami mohon maaf ada mis komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, perlu ada model komunikasi baru dan yang perlu diperbaiki. Berdasarkan sop yang telah ada, kami patroli dan langsung periksa terkait gelembung udara didalam air. Ternyata gas dan gas diperiksa, 10 cm dari permukaan, kadar gas 0. Kesimpulan sementara bahwa kadungan gas sangat rendah” jelasnya.

“Kita langsung buat barekade guna menghindari hal – hal yang tidak diinginkan”, tambahnya.

Tomas Edison, Super Visor PT. Petro China mengatakan bahwa sangat penting keselamaakan dan kesehatan lingkungan. Kami sudah ada sop, bahwa yang bocor tadi itu gas yang tak berbau, sudah dicek baru kita klem. 

“Pada rabu pagi, indikasi kebocoran telah diatasi” jelas Agustin.

Salah seorang pemerhati kebijakan buplik, H. Naharuddin yang juga hadir pada saat konfrensi pers, menanyakan kepada pihak Petro china, sudah sejauh mana komitmen berinvestasi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan tentang pengelolaan Lingkungan Hidup.

“CSR berapa yang di gelontorkan Petro Cina pertahun dan Produksi minyak berapa perhari, kalau masih mau berinvestasi didaerah Kab. Tanjabtim, setiap permasalahan harus diselesaikan dengan transparan” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Budiono, Lembaga Sosial Masyarakat TNI (transfaran mandiri indonesia) Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

“Semoga ada pertemuan tiga bulan sekali antara Petro china dengan media guna infrormasi publik dapat tersalurkan dengan baik” pintanya. (bahar suro).