Tutup Aliran Got Limbah dan Diduga Memeras, Ketua LSM GANASS Ditahan

0

SIDOARJO investigasi.today – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo berhasil mengamankan empat anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gabungan Anak Sidoarjo Setia (Ganass), karena melakukan tindak pidana pengrusakan atau pengecoran tujuh saluran limbah pabrik dan pemerasan kepada PT. Sekar Group yang ada di kota Sidoarjo tersebut, Rabu(20/12/2017).

Dengan kejadian seperti itu pihak PT. Sekar Group melaporkan Chamim Putra Ghofoer (44), warga Perum Kahuripan, Kelurahan Jati, Sidoarjo, Amak Djunaidi (45), warga Desa Suko, Sidoarjo, Dwi Kurniawan (38), warga Tebel, Gedangan dan Samian alias Gondrong (38), warga Mojojejer, Kecamatan Mojowarno, Jombang.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, pengecoran yang dilakukan oleh LSM Ganass merupakan suatu tindak kriminal.

“Mereka melakukan pengecoran pada saluran perusahaan yang menuju sungai serta melakukan pemerasan,” ucapnya.

Ia menambahkan “Dari kejadian itu mereka juga melakukan unsur pemerasan senilai 300 juta. Hal itu terbukti saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap percakapan di Massanger WhatsApp. “Di whatsapp ada sepenggal kata terkait pemerasan terhadap pihak PT. Sekar group. Itu jelas-jelas melanggar undang-undang ITE.

Dua tersangka diantaranya Dwi Kurniawan dan Samian alias Gondrong juga dijerat pasal tentang pengeroyokan di salah satu tempat hiburan malam di Sidoarjo. “Sebelumnya, dua tersangka ini juga melakukan pengeroyokan terhadap pengunjung lain,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo yang juga hadir dalam press release itu mengatakan bahwa terkait penemuan keluhan, sebaiknya warga melapor terlebih dahulu untuk mencari jalan keluar.

“Kan ada DPRD Sidoarjo, silakan masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya kesana. Pasti DPRD Sidoarjo akan menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk.

Sementara itu Kepala Bakesbangpol Sidoarjo menegaskan, untuk LSM Ganass, sesuai dengan laporan dokumennya sudah masuk ke  instansinya. “Nanti saya akan cek ulang apakah sudah memenuhi syarat seperti berbadan hukum dari Kemenkumham.

Sementara itu, ketika hendak digelandang lagi ke sel tahanan, tersangka Amak Djunaidi mengaku tidak pernah melakukan pemerasan atau meminta uang kepada perusahaan PT Sekar Laut Group.
“Tidak benar itu, mengada-ada namanya,” pungkasnya (ryo/giso).