
Teks foto : Polres Gresik Saat press release berbagai kasus
GRESIK, Investigasi.Today – Sebanyak 57 tersangka dari 51 kasus kejahatan jberhasil diamankan jajaran Satreskrim Polres Gresik dalam 2 pekan.
Puluhan orang tersangka tersebut ditangkap karena berbagai kasus, seperti pembobolan ATM, curat, curat, curanmor, penjambretan hingga penyalahgunakan sajam.
Dalam kasus pembobolan ATM dengan modus mengganjal lubang mesin ATM dengan tusuk gigi ini, polisi berhasil mengamankan satu orang tersangka bernama Heriyansah (35) tinggal di daerah Sedati Kabupaten Sidoarjo. sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran dan masuk DPO Polres Gresik.
Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil menyita uang tunai Rp 7 juta yang baru saja diambil di gerai ATM BNI, Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, juga mobil Toyota Avansa yang dipakai pelaku saat beraksi.
Wakapolres Gresik Kompol Wahyu Pristha Utama menerangkan komplotan pembobol ATM ini beranggotakan 4 orang. Modusnya, salah satu pelaku berpura-pura membantu nasabah yang ingin mengambil uang di ATM, sembari membawa ATM cadangan yang nantinya ditukarkan dengan milik korban.
“Kemudian korban disuruh memasukkan ATM yang telah ditukar tersebut, saat korban tidak bisa mengambil uang. Korban disuruh memasukkan kembali PINnya, setelah tahu nomor PINnya pelaku lalu bergegas pergi untuk menguras isi ATM dengan dipindahkan ke rekening penampung di tempat yang lain,” papar Wakapolres saat jumpa pers, Jumat (28/9).

Teks foto : Beberapa tersangka kejahatan dalam ungkap kasus Polres Gresik
Wahyu juga menyampaikan saat hendak ditangkap, pelaku sempat berusaha kabur dengan menancapkan gas mobilnya. Bahkan seorang petugas tertabrak ketika berusaha menghadang.
“Petugas terpaksa bertindak tegas dengan melepaskan tembakan karena pelaku berusaha kabur,” tandasnya.
Bersama komplotannya, Heriyansah mengaku sudah 4 kali ini menjalankan aksi serupa. Setiap kali beraksi dia mendapatkan bagian bagian rata-rata Rp 1 juta.
“Kami sudah empat kali beraksi, tiga di Gresik dan satu di Surabaya. Saya asli Lampung tapi ngekos di Sedati, Sidoarjo,” ungkap Heriyansah saat ditanya awak media. (Ink)


