
Surabaya, Investigasi.today – Diskusi kebangsaan yang diadakan oleh organisasi Keluarga Besar Rakyat Surabaya Perjuangan (KBRS-P) dan Dewan Kesenian Surabaya, di gedung Merah Putih, Balai pemuda Surabaya, sebelum dimulainya acara, diawali dengan pembukaan doa oleh ustadz Zainal Abidin, serta dilanjut dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, Sabtu (12/10) kemarin.
Dialog interaktif diskusi kebangsaan yang dibawakan oleh moderator Luhur Kayungga, dalam tema sumpah pemuda dilihat perspektif, seni budaya dan bangsa indonesia yang dihadiri oleh nara sumber Seno Bagaskoro, serta ketua Dewa kesenian Surabaya, Chrisman Hadi.
KBRS Perjuangan :Silaturrahmi dan Diskusi Kebangsaan. Kegiatan yang membangun jiwa-jiwa nasionalis, kegiatan ini sangat didukung oleh DKS (Dewan Kesenian Surabaya) bekerja sama dengan elemen elemen yang ada di Surabaya.
Dalam kegiatan ini disampaikan oleh Narasumber yang sangat terkenal di kalangan aktivis Surabaya, ada Chrisman hadi (Ketua DKS), Seno Bagaskoro (Ketua Aliansi Pelajar Surabaya), Agnes Santoso (Presenter SBO TV), dan ketua KBRS-P (Yanto Banteng).

menurut Seno Bagaskoro, “Pemuda sekarang ibaratkan seorang anak yang kehilangan induknya, pemuda harus memahami faham faham yang saat ini berdiri di negeri ini, ujarnya.
Agnes menambahkan, “Sumpah Pemuda secara global, jangan sampai persoalan masyarakat terjual oleh kepentingan politik, juga mengapresiasi ke pemuda yang kemarin sempat bersuara mengenai pemerintahan, peran pemuda harus bisa masuk sistem dalam dunia politik meskipun masih harus belajar dari senior-senior politik, pemuda juga harus bisa memperjuangkan aspirasi rakyat dan pemuda harus mempunyai rasa memiliki di negeri ini”, tuturnya.
Untuk kedepannya, ning Agnes berharap supaya acara ini terus dilaksanakan. Cak Chrisman juga menjelaskan tentang budaya dan sejarah yang ada di Indonesia dan ia juga memberikan kalimat spirit yang berbunyi “jangan mencari jasad ku di antara semua jenasah, tapi carilah hati orang baik yang masih hidup”. (Sri).


