
Ponorogo, Investigasi.today – Festival Reog Mini (FRM) XVIII sudah berakhir sejak hari Minggu (24/7/2022) lalu. Sebanyak 31 grup reog mini sudah menampilkan aksi terbaiknya di panggung utama alun-alun Ponorogo.
Pemenangnya bakal diumumkan dalam penutupan perayaan Grebeg Suro pada lusa, hari Jumat (29/7/2022) malam. Setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19, tentu ini menjadi obat kerinduan bagi masyarakat yang ingin melihat kesenian reog.
“Setelah vakum dua tahun karena pandemi Covid-19, jumlah peserta Festival Reog Mini sebanyak 31 grup, memang diluar prediksi saya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, Rabu (27/7/2022).
Dengan jumlah sebanyak itu, panitia harus menata bagaimana grup reog yang penarinya masih usia SMP ke bawah itu, bisa selesai dalam waktu 4 hari. Praktis, setiap malam ada lebih dari 5 grup reog mini yang tampil. Setiap penampilan, diberi waktu sebanyak 25 menit.
“Menurut laporan, ada 3 grup reog mini dari SD dan ada 8 grup reog mini dati SMP. Sisanya merupakan grup reog mini yang mewakili masing-masing kecamatan di Ponorogo,” katanya.
Itu membuktikan bahwa kesenian reog sudah menjadi bagian muatan lokal atau ekstrakurikuler di masing-masing sekolah di bumi reog. Meski dengan persiapan waktu yang cukup singkat, hanya 3 bulan tetapi bisa menampilkan aksi pertunjukan yang tetap menarik.
Konsistennya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyelenggarakan festival reog mini, ini juga membuktikan komitmennya untuk terus melakukan regenerasi untuk seniman-seniman reog.
“Adanya festival reog mini dan festival nasional reog ponorogo ini sebagai upaya untuk reog tidak punah dan tetap lestari,” katanya. (Slv)


