
Mamuju, investigasi.today – Viral di sosial media, jenazah di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) ditandu sejauh 13 kilometer usai pihak puskesmas dituding enggan mengantar jenazah pakai ambulans.
Dalam video yang beredar, tampak sekelompok pria membawa jenazah dengan cara ditandu. Mereka tampak mengusung keranda di sebuah ruas jalan yang sepi tanpa dilalui kendaraan.
Akun yang mengunggah video tersebut turut menuliskan kekesalannya karena ambulans puskesmas tidak mengantar jenazah. Apalagi supir ambulans disebut keponakan dari pihak keluarga yang meninggal.
“Ada rasa kecewa karena sopir ambulans merupakan keponakan saya sendiri,” tulis pemilik akun Facebook bernama Fenny Tadius dalam unggahannya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, pemilik akun bernama Fenny Tadius tak menampik hal tersebut. Jenazah yang dibawa merupakan tantenya.
“Itu Tanteku namaya Tanisa, awalnya ke puskesmas dirawat, esok harinya meninggal,” kata Fenny Tadius, Rabu (10/8).
Fenny menambahkan, tantenya wafat pukul 07.00 Wita pagi, Selasa (9/8) lalu. Ambulans Puskesmas Kecamatan Kalumpang disebut enggan mengantar jenazah.
“Ambulans di sana katanya khusus untuk pasien gawat darurat, tidak ada untuk jenazah,” tuturnya.
Jenazah pun ditandu dari puskesmas sejauh 13 kilometer ke rumah duka di Desa Kondobulo.
“Jadi ditandu itu tante dari Puskesmas Kecamatan Kalumpang sampai Desa Kondobulo sejauh 13 Kilometer,” sambung Fenny.
Pihak Puskesmas Kecamatan Kalumpang dan Dinas Kesehatan Mamuju saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini kedua pihak masih belum merespons. (Brian)


