
Malang, investigasi.today – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan pembangunan mini bozem sebagai upaya memaksimalkan penanganan banjir di sejumlah wilayah rawan, seperti Jalan Galunggung, Jalan Bareng, Jalan IR Rais, hingga Jalan Langsep.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan, proyek pembangunan mini bozem ini ditempatkan di Jalan Bondowoso dan berfungsi menjadi penangkap air hujan sebelum dialirkan ke drainase di lokasi tersebut.
“Bozem di Bondowoso konsepnya mini bozem. Nanti, air ditangkap terlebih dahulu sebagai antrean sebelum masuk ke saluran Bondowoso yang baru,” kata Dandung.
Aliran air yang keluar dari saluran di Jalan Bondowoso langsung diarahkan masuk menuju ke Sungai Metro yang letaknya berada di wilayah Tidar, Kota Malang.
Pembangunan mini bozem menggunakan box culvert berukuran sekitar 2,5 meter hingga tiga meter.
Saat ini, pemerintah kota setempat melalui dinas terkait masih akan terlebih dahulu melakukan kajian pembangunan, termasuk untuk menentukan teknis mengenai daya tampung di mini bozem.
Kemudian, pihaknya masih menunggu pengadaan dan proses lelang oleh pemerintah pusat.
Pembangunan mini bozem menjadi bagian program National Urban Flood Resilience Project (NUREP), di mana pendanaannya mendapatkan dukungan dari Bank Dunia.
Dia menyampaikan bahwa apabila seluruh proses berjalan tanpa hambatan, maka dimungkinkan penandatangan kontrak terlaksana antara akhir Februari atau awal Maret 2026.
Masa pengerjaan pembangunan mini bozem ditargetkan tuntas keseluruhan pada awal 2027.
Pekerjaan dilakukan di tengah jalan dan memanfaatkan lokasi yang sebelumnya dipakai untuk jacking (struktur bawah tanah), nanti akan kami angkat,” ujar dia.
Proyek ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret terhadap pengentasan persoalan banjir dan genangan saat hujan deras melanda yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Malang. (Bangir)


