
Banyuwangi, investigasi.today – Kepala sekolah SMAN Darussolah (SMANDA) Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi sangat tidak layak menyandang status sebagai pejabat publik karena seharusnya menerapkan asas keterbukaan, transparan serta akuntabilitas.
Kepala sekolah SMANDA justru suka main petak umpet/ sembunyi ketika ada suatu permasalahan yang ada di sekolah terutama terkait dengan keluhan/protes dari walimurid yang berhubungan dengan biaya sekolah.
Diberitakan sebelumnya, salah seorang wali/orang tua murid mengeluh/protes karena biaya seragam terlalu mahal dan tidak sewajarnya dan jika diperhatikan secara detail kualitas kain sangat tidak sesuai dengan harga penjualan.
Di SMANDA Singojuruh, harga beberapa stel kain seragam + atribut untuk siswa sebesar Rp 2 juta dan untuk siswi sebesar Rp 2.2 juta.
Sudah bukan rahasia lagi, pihak sekolah bisa meraup keuntungan besar dari bisnis seragam tanpa memikirkan kondisi perekonomian masyarakat padahal selama ini pihak sekolah sudah menerima dana BOS maupun BPOPP dari pemerintah yang jumlahnya sangat besar.
Dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur nampaknya ciut nyali untuk memberikan sanksi tegas padahal telah mengeluarkan peraturan tentang harga/biaya seragam di sekolah dan tidak menutup kemungkinan publik bakal menilai pihak Dinas telah menerima upeti dari sekolah. (Widodo)


