Friday, February 20, 2026
HomeBerita BaruJatimRamadan 1447 H, Petrokimia Gresik Kucurkan Rp723,5 Juta untuk 146 Tempat Ibadah

Ramadan 1447 H, Petrokimia Gresik Kucurkan Rp723,5 Juta untuk 146 Tempat Ibadah

Gresik, Investigasi.today – Mengawali Ramadan 1447 Hijriah, Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan operasional senilai Rp723,5 juta kepada 146 tempat ibadah dan lembaga sosial di sekitar wilayah operasional perusahaan, Kamis (19/2/2026).

Bantuan tersebut menyasar 17 masjid, 80 musala, 21 pondok pesantren, dan 28 panti asuhan yang tersebar di Desa Roomo, Kelurahan Karangpoh, Karangturi, Kroman, Lumpur, Ngipik, Sukorame, Tlogoojok, hingga Sukodono.

Jika dirinci, setiap masjid menerima Rp7,5 juta, musala Rp5 juta, sementara ponpes dan panti asuhan masing-masing Rp4 juta.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyebut bantuan ini sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang secara konsisten digulirkan setiap Ramadan.

“Kami ingin jamaah bisa beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman. Aktivitas di tempat ibadah meningkat signifikan selama Ramadan,” ujarnya usai penyerahan simbolis.

Di Antara Kepedulian dan Legitimasi Sosial

Secara nominal, Rp723,5 juta bukan angka kecil untuk satu momentum Ramadan. Namun menarik dicermati, bantuan ini menyasar wilayah ring 1 perusahaan — kawasan yang selama ini paling terdampak langsung aktivitas industri.

Sebagai perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik memegang peran strategis dalam distribusi pupuk nasional. Di sisi lain, operasional industri pupuk juga membawa konsekuensi sosial dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Program bantuan operasional ini bisa dibaca sebagai dua hal sekaligus: kepedulian sosial yang nyata, sekaligus penguatan relasi sosial perusahaan dengan komunitas penyangga industri.

Daconi menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi faktor penting bagi keberlangsungan perusahaan dalam menjalankan mandat pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

“Petrokimia Gresik sejak berdiri memiliki komitmen tumbuh bersama masyarakat. Kemajuan perusahaan harus selaras dengan kebermanfaatannya,” ujarnya.

Konsistensi atau Seremonial Tahunan?

Bantuan Ramadan ini disebut rutin digelar setiap tahun. Namun publik kerap mempertanyakan efektivitas jangka panjang program CSR berbasis momentum keagamaan.

Apakah bantuan operasional ini hanya bersifat musiman?
Adakah program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar?
Bagaimana evaluasi dampaknya dari tahun ke tahun?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting, terutama bagi perusahaan BUMN strategis yang mengelola hajat hidup petani Indonesia.

Selain bantuan dana, perusahaan juga akan menggelar Safari Ramadan dengan mengikuti buka puasa dan salat tarawih berjamaah secara bergiliran di masjid sekitar perusahaan. Kehadiran langsung manajemen dinilai sebagai bentuk pendekatan sosial yang lebih personal.

Respons Masyarakat

Didi, perwakilan Masjid Nurul Huda Kelurahan Karangturi, menyambut positif bantuan tersebut.

“Bantuan ini rutin diberikan setiap Ramadan. Sangat membantu operasional kegiatan ibadah agar lebih nyaman,” ujarnya.

Bagi pengurus tempat ibadah, dana operasional selama Ramadan memang krusial untuk kebutuhan listrik tambahan, konsumsi buka puasa, kegiatan tadarus, hingga santunan.

Momentum Ramadan dan Tanggung Jawab Korporasi

Ramadan sering menjadi panggung bagi korporasi untuk menunjukkan kepedulian sosial. Namun bagi perusahaan sebesar Petrokimia Gresik, publik tentu berharap lebih dari sekadar simbolik.

Transparansi penggunaan dana CSR, pelibatan masyarakat dalam perencanaan program, serta dampak terukur terhadap kesejahteraan sosial menjadi indikator yang patut dikawal bersama.

Ramadan boleh jadi momentum berbagi. Tetapi bagi perusahaan strategis nasional, kebermanfaatan sosial idealnya tidak berhenti di satu bulan — melainkan menjadi komitmen sepanjang tahun. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular