
TANJAB TIMUR JAMBI, Investigasi. Today – warga masyarakat Desa Koto Kandis mengeluh, pasalnya sepanjang jalan dari Desa Koto Kandis menuju Desa Tri Mulya rusak berat, hingga aktivitas warga banyak terhambat pada saat melintasi jalan di daerah itu.
Menurut keterangan warga Desa Koto Kandis kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi, bertahun tahun masyakat mengharapkan bantuan dan rasa kepedulian dari pihak Pemerintah Tanjung Jabung Timur lewat PUPR termasuk Pemerintah Desa.
Namun harapan itu tidak kunjung ada, hingga harapan masyarakat pun hampa belaka.
Sejak dari tahun 2015 sampai di tahun 2019 ini. Jalan tersebut tidak pernah berubah kondisinya tetap masih dalam kerusakan, masih mendingan pada saat ini dalam musim kemarau, hingga masyarakat pun masih bisa melewati jalan di daerah itu.
Jika musim penghujan jalan itu tergenang air, bagaikan banjir bandang, hingga warga yang melintas pun mendapat hambatan, jika di ambil jalan pintas tidak ada jalan pintas, karena satu satunya jalan menuju pelabuhan Desa koto kandis hanya satu jalan ini saja yang harus di tempuh masyarakat.
Banyaknya lobang di sepanjang jalan itu membuat air tergenang pada saat di musim penghujan. Kerusakan jalan itu kurang lebih mencapai 1500, M. terhitung dari parit 3 Dusun mawar sampailah di perbatasan Desa Trimulya Kecamatan Rantau Rasau.
Hasis warga Rt 01 Desa Koto Kandis mengatakan kepada Investigasi Sabtu (11/5),, ” dengan kerusakan jalan tersebut, kami masyarakat mengharapkan kepada Pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Timur lewat PUPR agar dapat mempunyai rasa kepeduliannya terhadap jalan tersebut, karena jalan tersebut sudah cukup parah kerusakanya, ” ungkap Hasis.
Di tambahkannya, “Sejak dari tahun 2015 sampai 2019 jalan tersebut tidak ada perbaikan dari pemerintah Kabupaten maupun dari Pemerintah Desa, kami mengharapkan agar melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut, jika tidak ada perbaikan maka jalan itu semakin parah kerusakanya, “harap Hasis.
Bertahun – tahun kami sebagai masyarakat mengharapkan rasa kepedulian dari pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur lewat PUPR termasuk pemerintah Desa, namun harapan kami kepada pemerintah tidak kunjung ada, ” Katanya.
Yang lebih parahnya lagi, pada saat musin penghujan jalan tergenang air karena banyaknya lubang di setiap badan jalan, hingga masyarakat pun yang menggunakan kendaraan roda 4 maupun roda dua mendapat kendala dan hambatan setiap harinya, ” tegas nya.(Bahar Suro).


