Thursday, April 2, 2026
HomeBerita BaruJatimAgrosolution Dongkrak Produktivitas Tebu di 244 Ribu Hektare

Agrosolution Dongkrak Produktivitas Tebu di 244 Ribu Hektare

Gresik, Investigasi.today – Selama lima tahun terakhir, Program Agrosolution Petrokimia Gresik berhasil meningkatkan produktivitas tebu pada lahan seluas 244.721 hektare yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Program yang digagas perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini kini diperluas manfaatnya melalui kerja sama strategis dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) serta sejumlah anak usaha ID FOOD Group.

Penguatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik Johanes Barus dengan PT SGN, PT Pabrik Gula Rajawali I, dan PT PG Candi Baru di Gresik.

“Petrokimia Gresik bersama SGN dan anak perusahaan ID FOOD membangun sinergi untuk memperkuat ekosistem pertanian tebu dari hulu hingga hilir. Alhamdulillah, program ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” ujar Johanes.

Program Agrosolution sendiri merupakan salah satu upaya Petrokimia Gresik mendukung swasembada gula nasional. Sejak diluncurkan pada 2021, cakupan lahan program terus meningkat setiap tahun. Pada 2021, program ini mencakup 6.747 hektare, kemudian meningkat menjadi 47.700 hektare pada 2022, 53.888 hektare pada 2023, 60.501 hektare pada 2024, dan mencapai 75.885 hektare pada 2025.

Program ini dijalankan di sejumlah wilayah sentra tebu di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui penerapan budidaya yang lebih terarah serta efisiensi penggunaan agroinput, program ini mampu meningkatkan produktivitas tebu rata-rata hingga 12 persen.

Peningkatan produktivitas tersebut turut berdampak pada pendapatan petani yang naik rata-rata Rp8,1 juta per hektare.

“Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan budidaya yang tepat, didukung penggunaan agroinput yang efisien, mampu meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani,” jelas Johanes.

Lebih jauh, program ini juga selaras dengan agenda strategis pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional, termasuk target mengurangi ketergantungan impor gula, memperkuat produksi dalam negeri, serta mendorong pembangunan sistem pertanian yang modern dan berkelanjutan.

Selain itu, Agrosolution juga membantu mengurangi ketergantungan petani tebu terhadap pupuk bersubsidi. Seluruh agroinput yang digunakan dalam program ini merupakan produk non-subsidi yang tetap terbukti mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.

Program Agrosolution sendiri dirancang sebagai ekosistem pertanian terintegrasi dari hulu hingga hilir, mencakup kegiatan on farm dan off farm. Implementasinya melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari lembaga perbankan sebagai penyedia akses pembiayaan, perusahaan asuransi, hingga offtaker hasil panen.

Direktur Keuangan PT SGN, Hariyanto, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin sejak 2021 dan kini kembali diperkuat melalui kesepakatan baru ini.

“Dalam kemitraan ini, SGN berperan sebagai offtaker atau pembeli tebu hasil Program Agrosolution sehingga petani memiliki kepastian pasar. Kami berterima kasih atas kesempatan bermitra dalam upaya bersama mewujudkan swasembada gula nasional,” ujarnya.

Dalam program ini, Petrokimia Gresik juga memastikan ketersediaan pupuk non-subsidi bagi petani tebu binaan pabrik gula di lingkungan SGN dan ID FOOD Group. Selain itu, perusahaan memberikan berbagai pendampingan teknis, mulai dari sosialisasi pemupukan berimbang, pengawalan budidaya, pengendalian hama dan penyakit, hingga layanan uji tanah melalui tenaga agronomis.

Petrokimia Gresik juga menghadirkan teknologi Smart Precision Farming melalui Petrospring, yang memungkinkan petani memperoleh rekomendasi pemupukan berbasis kondisi tanah dan kebutuhan tanaman sehingga lebih presisi, efektif, dan efisien.

“Penandatanganan MoU ini menjadi langkah akselerasi untuk memperluas manfaat program. Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimistis kolaborasi ini mampu meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendorong terwujudnya swasembada gula nasional yang berkelanjutan,” tutup Johanes. (Slv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular