Tuesday, March 3, 2026
HomeBerita BaruJatimAksi #2019GantiPresiden Berjalan Ricuh, Satu Polisi Terluka

Aksi #2019GantiPresiden Berjalan Ricuh, Satu Polisi Terluka


Teks foto ; suasana aksi #2019GantiPresiden di Surabaya

SURABAYA, Investigasi.Today – Berjalan ricuh dan anarkis karena bentrok dengan pendukung Jokowi, akhirnya polisi membubarkan aksi yang digelar oleh Massa #2019GantiPresiden di Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/8).

Terkait insiden ini, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menyampaikan “pembubaran dilakukan karena aksi tersebut sudah mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta berpotensi memicu bentrokan yang lebih besar,” ujarnya kepada awak media, Minggu (26/8).

Frans juga menjelaskan “sebelumnya kami sudah menyampaikan kepada panitia agar tidak menggelar deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya. Sebab akan ada aksi tandingan dengan massa yang jauh lebih besar yang berpotensi terjadi bentrokan. Dan juga rencana aksi tersebut menuai keluhan dari masyarakat Surabaya,” ungkapnya.

“Akhirnya apa yang sudah diprediksi benar-benar terjadi, aksi berjalan ricuh dan terjadi bentrokan. Massa #2019GantiPresiden kalah jauh jumlahnya dengan massa penentang (Anti#2019GantiPresiden) yang didukung oleh massa yang menghendaki Surabaya tetap tenang dan kondusif,” paparnya.


Teks foto ; Polwan yang terluka akibat kericuhan aksi

“Meski banyak anggapan polisi bersikap tidak adil dengan massa #2019GantiPresiden, tapi petugas dengan tegas membubarkan aksi tersebut. Semua dilakukan untuk menjaga Surabaya tetap tenang dan kondusif,” jelas polisi dengan tiga melati di pundak ini.

“Surabaya jangan dibuat rusuh, polisi-TNI akan bertindak tegas dan mengamankan pihak-pihak yang memang mencari-cari cara provokasi serta membuat keributan di Surabaya,” tandasnya.

“Polisi tetap netral dan menjalankan kewajiban sebagai aparatir yang berdiri di tengah dua kubu, meski tadi anggota kami ada yang terluka,” pungkas Frans. (Ink/Ml)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular