
Sumenep, Investigasi.today – Dari puluhan masyarakat yang mengatas namakan Aliansi Sumenep Anti Korupsi (Saku) menggelar Demo di Depan Gedung DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada hari Kamis (3/9).
Mereka juga menyampaikan sikapnya terkait dengan Rekom Pecalonan Bakal Calon Bupati Sumenep yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 dan pemberantasan Korupsi.
Selanjutnya dalam orasinya aliansi Sumenep Anti Korupsi (Saku) menyampaikan bahwa untuk Bakal Calon Bupati Kabupaten Sumenep dengan tingkat Sosial Keagamaan yang demikian rupa tentu sangat tidak pantas bila salah satu bakal calon Bupatinya ada yang pernah bersinggungan dengan korupsi.
“Untuk para calon yang tidak mempunyai rekom dari partainya seharusnya perlu dikaji ulang untuk semua Partai Politik”, tegasnya.
Dari Puluhan masyarakat yang tergabung dari Aliansi SAKU yang mendatangi Gedung DPRD Sumenep, mendesak KPK untuk mengusut tuntas Kasus Korupsi yang berkaitan dengan Bakal Calon Pemimpin Sumenep.
Dari Puluhan masyarakat yang mengatas namakan Aliansi Sumenep Anti Korupsi (Saku) tiba di depan Gedung DPRD Sumenep pada pukul 11.30,- WIB dengan membawa poster-poster yang bertuliskan, “Kami sangat kecewa pada Parpol, yang merekom, tolak politik uang, tolak oligarki”.
Mendesak DPP Partai Politik yang telah mengeluarkan rekomendasi bagi Bakal Calon Bupati atau Wakil Bupati untuk segera membatalkan surat Rekomendasi bagi Bakal Calon Bupati atau Wakil Bupati yang terindikasi kasus Korupsi.
Dalam orasinya, Aliansi Saku membawa 4 tuntutan yang diantaranya :
- Mendesak KPK untuk mengusut tuntas Kasus Korupsi yang berkaitan dengan Bacalon Pemimpin di Sumenep.
- Mendesak KPK segera mentersangkakan yang diduga kuat terlibat korupsi.
- Mendesak pimpinan partai politik untuk meninjau kembali ulang bacalon yang terindikasi korupsi.
- Kabupaten Sumenep adalah kabupaten kota santri tidak boleh memiliki Pemimpin yang punya kasus Korupsi.
Tapi sayang orasi yang disampaikan oleh puluhan orang masyarakat yang mengatas namakan SAKU di depan Gedung DPRD Sumenep diterima dan direspon oleh wakil sekretaris DPRD Sumenep, berhubung ketu DPRD dan anggotanya melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke luar kota, “nanti kami sampaikan pada Ketua DPRD dan Anggotanya”, Pungkasnya. (Fathor).


