
Aceh, Investigasi.today – Memalukan, baku hantam terjadi antara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di sela-sela skors sidang paripurna DPR Aceh tentang pandangan akhir fraksi terhadap laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020 pada Jumat (20/8) malam.
Tindakan tidak terpuji tersebut dilakukan Safrizal Gam-Gam dari Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA) bersama Zulfadli dari Fraksi Partai Aceh (PA) yang menendang dan memukul Tantawi dari Fraksi Demokrat.
Saat dikonfrmasi terkait perkelahian tiga wakil rakyat di belakang gedung paripurna DPR Aceh tersebut, Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin mengatakan perkelahian itu disebabkan kesalahpahaman dan mereka kini sudah saling memaafkan.
“Biasa, hanya terjadi kesalahpahaman sedikit. Setelah insiden itu mereka langsung berangkulan dan saling meminta maaf,” ungkapnya.
Saat ditanya penyebab penyebab kesalahpahaman hingga terjadi baku pukul antara anggota dewan itu, Dahlan Jamaluddin tidak mau menjelaskan dan hanya memberi jawaban hambar.
“Tidak ada persoalan apa pun, tidak ada hubungannya dengan proses paripurna. Udah clear kok, tadi sudah saling berangkulan,” ucapnya. (gm)


