
Gresik, Investigasi.today – Belum diresmikan, fasilitas publik di Kawasan Gresik Kota Lama (GKL) hilang diduga dicuri. Sejumlah lampu serta hiasan yang berada di kawasan tersebut tidak ada.
Puluhan penutup Gorong-gorong atau saluran air di sejumlah titik ruas jalan raib. Imbasnya, tak sedikit kendaraan yang melintas terperosok di lubang yang dibiarkan menganga.
Ketua Komisi III DPRD Gresik, Sulisno Irbansyah mengatakan, selain penutup gorong-gorong, puluhan lampu beserta tiang juga ikut amblas. Total ada 21 lampu atau 41 sama tiangnya yang hilang. Sedangkan penutup gorong-gorong yang hilang sebanyak 20 titik lokasi.
“Nanti kita sampaikan Dinas CKPKP Gresik agar evalusi agar tidak hilang dan situasi tidak membahayakan,” katanya usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Jalan Setia Budi, Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik Kota, Selasa (8/11).
Hasil pantauannya di jalan tersebut, Sulis juga menemukan besi penutup gorong-gorong kurang tebal. Celakanya, kondisi itu membuat grill penutup saluran air tersebut mudah patah.
“Ketebalan besi kurang tebal, sangat mudah patah dan gampang diambil. Pasti akan ada upaya hukum, kita kordinasi pihak terkait,” tegas dia.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menyoroti terkait standar tonase besi dan semen cor tembok penahan tanah dan bagian bawah saluran air. Sebab, dreinase menjadi lebih sempit.
“Kita juga sampaikan ke kontraktor kejadian ini dan evaluasi, kalau lihat dari CV yang bikin apakah komposisi besi cor sesuai standar dan tonasi,” pungkasnya. (Slv)


