
Gresik, Investigasi.today – Demi mencegah penyebaran dan penularan virus corona atau Covid-19, Desa Bungah Kabupaten Gresik, Jawa Timur melakukan protokol kesehatan ketat dengan physical distancing atau pembatasan sosial.
Sebelum masuk desa, satu persatu orang dari luar diperiksa kesehatannya, kemudian di data oleh Satgas Covid-19 yang bertugas dan melibatkan masyarakat.
Kepala Desa Bungah Nasihin mengatakan kewaspadaan itu wajar dilakukan agar seluruh warganya bisa terhindar dari corona. Beberapa langkah dilakukan seperti menggerakkan warga untuk membuat tempat cuci tangan.
Nasihin menambahkan di desanya banyak warga menggeluti UMKM Kopiah, yang setiap hari keluar masuk kirim barang. Maka dari itu, jajaranya aktif mendata keluar masuknya warga.
“Jadi kita harus waspada. Kita juga sudah semprot disinfektan ke seluruh dusun. Kita juga setiap hari menugaskan tim untuk berjaga di pintu masuk desa. Para warga luar kita data dan diperiksa suhu tubuh melalui thermogun,” ungkapnya.
Kades yang terkenal humble ini mengungkapkan, dalam penanganan pandemi corona, pihaknya juga siap menganggarkan melalui dana desa sesuai intruksi dan surat edaran dari Kementerian Desa dan PDTT RI.
“Kita sudah siapkan anggaranya, ini masih menunggu petunjuk teknis dari pusat soal penggunaan dana desa untuk penanganan corona,” tandasnya.
Sebelumnya Pemkab Gresik meminta jajarannya mulai dari camat, petugas puskesmas hingga kepala desa untuk lebih ketat dan bekerja keras melakukan penyisiran terhadap warganya dan membubarkan kegiatan masyarakat yang bergerombol.
Bupati Gresik Sambari menegaskan penanganan covid-19 harus tegak lurus. Physical Distancing atau jaga jarak harus benar-benar dilakukan hingga paling bawah tingkat RT/RW.
“Physical distancing harus dilakukan oleh seluruh masyarakat. Kita harus tegak lurus dan satu tekad mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Gresik,” tegas bupati. (Slv)


