Saturday, March 7, 2026
HomeBerita BaruNasionalDermaga Ekspor Raksasa di Tuban Hampir Rampung, Wapres Gibran Soroti Lompatan Strategis...

Dermaga Ekspor Raksasa di Tuban Hampir Rampung, Wapres Gibran Soroti Lompatan Strategis Industri Semen Nasional

Tuban, Investigasi.today – Di bawah langit cerah pesisir utara Jawa, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menapaki area proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/3). Kunjungan tersebut menjadi penanda penting menjelang rampungnya proyek infrastruktur ekspor semen berskala besar yang digadang-gadang akan memperkuat posisi industri semen Indonesia di pasar global.

Didampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, serta Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra, Wapres meninjau langsung sejumlah fasilitas utama proyek yang kini telah mencapai progres 99 persen.

Proyek yang dikelola oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dirancang sebagai pusat ekspor semen modern dengan dukungan teknologi terkini untuk memastikan efisiensi operasional sekaligus memenuhi standar keberlanjutan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi atas hampir rampungnya proyek strategis tersebut. Ia berharap fasilitas ini segera beroperasi dan mampu mendorong kapasitas industri nasional dalam bersaing di pasar internasional.

“Semoga segera operasional dan mendukung peningkatan kapabilitas bangsa di kancah global serta agenda pembangunan berkelanjutan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara,” ujar Gibran.

Dermaga Ekspor Berkapasitas Besar

Proyek pengembangan ini diproyeksikan mampu mengirim 500 ribu hingga 1 juta ton semen ke pasar internasional setiap tahun. Dermaga tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara SIG melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan perusahaan Jepang Taiheiyo Cement Corporation yang telah terjalin sejak 2021.

Dengan nilai investasi mencapai Rp1,4 triliun, proyek ini mencakup berbagai pengembangan fasilitas pelabuhan dan produksi. Salah satu yang paling krusial adalah peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT, memungkinkan kapal berukuran jauh lebih besar untuk bersandar.

Pengembangan tersebut dilakukan melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan dermaga eksisting.

Teknologi Modern dan Infrastruktur Panjang

Untuk menunjang operasional produksi dan distribusi, proyek ini juga menghadirkan berbagai fasilitas baru, di antaranya:
• Blending silo system berkapasitas 8.000 ton
• Clinker silo system berkapasitas 15.000 ton
• Dua cement silo system masing-masing 18.000 ton

Selain itu, jaringan transportasi material juga diperkuat melalui tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader dengan kapasitas 1.000 ton per jam (tph) yang akan mengirim semen curah langsung dari pabrik ke kapal ekspor.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menegaskan proyek ini ditargetkan beroperasi optimal pada pertengahan 2026. Pada tahap awal operasional tahun ini, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengirim sekitar 450 ribu ton semen, sebelum mencapai kapasitas penuh hingga 1 juta ton per tahun.

Menurutnya, proyek ini menjadi langkah strategis SIG menghadapi dinamika industri semen nasional yang tengah menghadapi persaingan ketat dan kondisi overcapacity di pasar domestik.

“Proyek ini akan menjadi tonggak penting tidak hanya dalam memperkuat kapasitas distribusi, tetapi juga meningkatkan daya saing ekspor serta memperluas jaringan distribusi global Perseroan,” ujar Indrieffouny.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kolaborasi dengan Taiheiyo Cement diharapkan mampu menghasilkan sinergi yang menguntungkan kedua pihak sekaligus memperluas jejak karya industri nasional di pasar internasional.

“Yang paling penting, kerja sama ini memperluas layanan karya anak bangsa di kancah dunia,” pungkasnya. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular