
SIDOARJO, Investigasi.today – Satreskrim Polresta Sidoarjo bersama tim Kedokteran Forensik RSUD Sidoarjo membongkar makam, Tadarus Faris Lukman Hakim(23), warga RT 03 RW 03 Dusun Sigit Desa Kedung Kembar Kec.Prambon Sidoarjo, yang meningal (12/1/) lalu akibat penganiayaan saat di warung kopi, di desa setempat,(22/1).
Saat di temui awak media Ibu korban menuturkan, peristiwa itu bermula pada hari minggu lalu dimana dirinya dan suaminya mendapati anaknya diantar pulang ke rumah oleh temanya dalam keadaan terluka.
Lanjut dia, dengan keadaan anaknya belum juga membaik, minggu (12/1/) malam korban dibawa berobat ke perawat setempat. Hari senin (13/1/) pagi, kondisi korban juga tidak kunjung membaik,”katanya.
Tambah Ibu Korban, kondisi anaknya juga tak kunjung membaik. Hari Selasa (14/1/) siang, korban dibawa ke Klinik Pratama, Prambon. Melihat kondisi korban yang semakin parah, Faris kemudian dirujuk ke RS Mitra Sehat Prambon. Sekitar pukul 17.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia,” Kata dokter mengalami gegar otak, dan telat mendapat perawatan,”tutur Ibu korban.
Kapolsek Prambon, AKP Sumarsono, Rabu menyampaikan, almarhum meninggal dunia pada Selasa (14/1) diduga akibat penganiayaan orang tidak dikenal.
“Dari pihak kepolisian pembongkaran makam untuk mencari sejumlah bukti dan fakta yang menyebabkan korban meninggal,” urainya.
Lanjut Kapolsek, pembongkaran melibatkan 15 petugas dari Satreskrim Polresta Sidoarjo dan tim Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Sidoarjo.
“Sebelum melakukan pembongkaran makam, pihaknya koordinasi meminta izin dari pihak keluarga korban. Selanjutnya otopsi itu dilakukan di tempat pembongkaran. Setelah otopsi selesai jasad korban dikembalikan sebagaimana asalnya,”pungkasnya.(dori)


