Friday, May 9, 2025
HomeBerita BaruJatimDinkes Sebut Kasus Aktif Covid-19 di Surabaya Didominasi OTG

Dinkes Sebut Kasus Aktif Covid-19 di Surabaya Didominasi OTG

Surabaya, Investigasi.todayDinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menyatakan, kasus aktif Covid-19 di Kota Surabaya, didominasi orang tanpa gejala (OTG). Per 24 November, jumlah kasus aktif Covid-19 tercatat sebanyak 615 kasus.

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, jumlah kasus Covid-19 didominasi warga ber-KTP Surabaya. Sebagian besar kasus aktif didominasi OTG sebanyak 75 persen dan kasus dengan gejala ringan sebanyak 21 persen.

”Untuk kasus dengan gejala ringan melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pantauan petugas kesehatan (puskesmas) wilayah setempat,” kata Nanik.

Menurut dia, pasien Covid-19 tanpa gejala dan yang mempunyai gejala ringan dengan komorbid terkontrol melakukan isolasi mandiri di rumah. Itu dilakukan dengan pemantauan secara ketat dari Puskesmas wilayah.

Sedangkan kasus yang mempunyai komorbid dan sedang dilakukan perawatan di rumah sakit sebanyak 0,05 persen dan kasus Covid-19 dengan kondisi lansia sebanyak 21 persen.

”Kapasitas BOR (bed occupancy rate) di rumah sakit hingga per 24 November, mencukupi. Yakni sebesar 22,82 persen,” ujar Nanik.

Nanik mengaku untuk menangkal penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya, pemkot semakin gencar melakukan vaksinasi penguat. Hingga saat ini, capaian vaksinasi penguat pertama masyarakat umum Kota Surabaya per 24 November sebesar 53,91 persen.

”Soal rencana vaksinasi penguat kedua untuk masyarakat umum, sampai saat ini belum ada surat edaran (SE) dari kementerian kesehatan (kemenkes),” ujar Nanik.

Berbeda dengan vaksin penguat kedua untuk nakes, berdasar Surat Edaran Dirjen P2P Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/3615/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Kedua bagi Tenaga Kesehatan telah dilaksanakan sejak 29 Juli. Capaian vaksinasi penguat pertama tenaga kesehatan (nakes) di Kota Surabaya per 24 November sebesar 150,11 persen.

”Capaian vaksinasi penguat kedua tenaga kesehatan Kota Surabaya sampai 24 November sebesar 90,77 persen,” tutur Nanik.

Dia menambahkan, capaian vaksinasi penguat pertama lansia Kota Surabaya per 24 November sebesar 55,25 persen. Berdasar Surat Edaran Dirjen P2P Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster Kedua bagi Kelompok Lansia telah dilaksanakan sejak 23 November.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan, pelaksanaan vaksinasi penguat dosis pertama di Surabaya terus digencarkan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi puncak Covid-19 yang diprediksi akan meningkat pada awal Desember.

”Kita dalam menghadapi Covid-19 itu hanya satu, yakni vaksin penguat dimasifkan. Hari ini, prokes dan vaksinasi penguat dimasifkan, biar tidak ada Covid-19. Jadi, kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan euforia berlebihan dengan selalu menerapkan prokes,” ujar Eri. (Laga)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular