Monday, February 16, 2026
HomeBerita BaruJatimEvaluasi PTM, Tes Massal 2.700 Pelajar Sidoarjo

Evaluasi PTM, Tes Massal 2.700 Pelajar Sidoarjo

Sidoarjo, Investigasi.today – Kasus positif Covid-19 di sejumlah sekolah Sidoarjo yang terus bertambah, direspons cepat oleh pihak dewan. Jumat (4/2), Komisi D DPRD Sidoarjo menggelar rapat dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala sekolah. Mereka mengevaluasi pembelajaran tatap muka (PTM).

Berdasar paparan para pihak, hasil rapat dengar pendapat tersebut belum memutuskan keberlanjutan PTM. Apakah perlu ditunda mengingat kenaikan kasus positif Covid-19 terus bertambah atau tetap dilanjutkan. Mereka masih menunggu hasil tracing yang dilakukan hari ini (5/2) oleh 27 puskesmas di Sidoarjo.

Rencananya, sampel pemeriksaan menyasar sebanyak 2.700 anak. Tiap puskesmas mengambil sampel seratus siswa di wilayah kerja mereka. Nah, hasil testing tersebut bakal menjadi dasar kebijakan PTM di sekolah-sekolah Sidoarjo ke depan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Tirto Adi menyebutkan, rujukan untuk PTM menyesuaikan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri. ’’Itu yang jadi acuan pokok untuk membuat SE terkait perlunya PTM. Pada 21 Desember lalu, SE sudah dibuat dan PTM terbatas dilaksanakan mulai 4 Januari lalu,’’ katanya.

Tirto mengatakan, syarat untuk melakukan PTM sudah dipenuhi Pemkab Sidoarjo. ’’Dari sisi normatif, persyaratan dipenuhi semua. Respons masyarakat, orang tua, dan pendidik sangat positif. Sebab, dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), ada esensi yang hilang, yakni pendidikan karakter,’’ katanya.

Saat ini langkah yang diambil adalah tetap waspada dan harus ada langkah cepat antisipasi. Namun, masyarakat tidak perlu panik. ’’Karena jika berdasar data, sampai saat ini jumlah siswa yang terkonfirmasi positif masih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah siswa keseluruhan,’’ ujar Tirto.

Karena itu, lanjut dia, tidak perlu tergesa-gesa untuk memutuskan seluruh PTM dihentikan.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros menambahkan, gambaran kondisi persebaran virus yang terjadi di sekolah akan terlihat seusai dilakukan tracing dan testing serentak.

’’Kalau betul PTM menambah jumlah anak yang terkena dan persentase yang positif lebih dari 5 persen, saran saya PTM dihentikan dulu. Sambil mengejar vaksin dosis kedua untuk anak-anak hingga tuntas,’’ katanya.

Selama menunggu hasil dari testing dan tracing, Syaf meminta pihak sekolah dan siswa memperketat protokol kesehatan (prokes). Demi menjamin terlaksananya prokes dijalankan dengan ketat, bidan desa akan turun langsung untuk mendampingi.

Mantan wakil direktur perencanaan dan pendidikan RSUD Sidoarjo itu juga meminta pihak sekolah mengedukasi siswa dan guru agar segera memeriksakan diri dan melakukan tes swab antigen jika terdapat gejala seperti demam, batuk, hingga sesak.

Pihak sekolah juga harus cepat melapor kepada dinkes atau puskesmas jika ada siswa atau guru yang positif Covid-19. Tujuannya, cepat dilakukan tracing dan testing sehingga diketahui kondisi sebenarnya paparan virus di sekolah. ’’Sekaligus mencegah agar virus tidak menyebar ke semua siswa atau guru lain,’’ lanjut Syaf.

Dia menambahkan, pihak sekolah berwenang untuk menentukan PTM berhenti total atau hanya sebagian untuk kelas yang terdapat siswa atau guru positif Covid-19. (Kudori)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -



Most Popular