Thursday, January 15, 2026
HomeBerita BaruJatimFGD PII Gresik: Menuju IKN Nusantara, Kabupaten Gresik akan Menjadi Pusat Transportasi...

FGD PII Gresik: Menuju IKN Nusantara, Kabupaten Gresik akan Menjadi Pusat Transportasi dan Logistik

Gresik, Investigasi.today – Kabupaten Gresik memegang peranan penting sebagai kota industri pendukung Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang akan dipindahkan di Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini karena letak geografis Gresik yang strategis, sehingga berpotensi menjadi pusat transportasi dan logistik.

Masa depan Gresik ini terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kabupaten Gresik, di Aula Bersama Politeknik Semen Indonesia di Gresik, Jawa Timur, Selasa (13/6/2023).

Ketua PII Cabang Kabupaten Gresik, Awang Djohan Bachtiar menyampaikan bahwa, Gresik saat ini telah memiliki pelabuhan, serta cukup banyak Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dibandingkan dengan daerah lain. Untuk itu Gresik akan menjadi pusat transportasi dan logistik menuju IKN Nusantara.

“Di Jawa Timur sudah berdiri ribuan industri, mulai dari skala kecil hingga besar. Jika selama ini distribusi ke IKN Jakarta bisa ditempuh melalui jalur darat, nantinya menuju IKN Nusantara hanya bisa melewati jalur udara maupun laut. Di sinilah peran utama Gresik sebagai kota penyangga IKN Nusantara. Tidak banyak daerah induatri di Jawa Timur yang memiliki pelabuhan besar dan TUKS layaknya Gresik, seperti Sidoarjo dan Mojokerto,” tandas Awang.

“Gresik akan menjadi pusat transportasi dan logistik yang penting bagi daerah-daerah di sekitarnya,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, keberadaan Pelabuhan tersebut juga didukung oleh berbagai macam infrastruktur yang mendukung kegiatan industri secara efektif. Hal ini memudahkan pengurusan logistik dan transportasi barang.

“Pemerintah Kabupaten Gresik juga aktif dalam memperkuat sektor industri melalui berbagai program dan kebijakan khusus untuk meningkatkan investasi dan memperkuat sektor industri. Tentu hal ini akan memperkokoh posisi Gresik sebagai kota industri dan penyangga bagi IKN Nusantara di masa mendatang,” terangnya.

Ketua Pengurus Wilayah PII Jawa Timur, Gentur Prihatono yang turut hadir dalam FGD mengatakan, proyek pembangunan IKN Nusntara sangat besar, sehingga rantai pasok materialnya juga besar. Gresik yang dulu hanya bagian dari Surabaya, sekarang didukung oleh tujuh Pelabuhan dan harus bisa ambil peran dalam pembangunan tersebut.

“Gresik dengan IKN di Kalimantan Timur jaraknya dekat dan Gresik yang dikenal dengan kota syahbandar memiliki pelabuhan yang untuk transportasi menuju IKN. Saat ini PII harus berbicara dengan Pemerintah Daerah, berbicara dengan industri untuk menggali potensi apa yang bisa mendukung pembangunan IKN,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Agus Taufik Mulyono, Guru Besar Bidang Transportasi, Fakultas Teknik, Universitas Gajah Mada (UGM) yang menjadi pembicara dalam FGD menjelaskan bahwa kepindahan IKN ke Kalimantan Timur tidak perlu membawa keresahan bagi masyarakat. Pulau Jawa tetap akan tumbuh.

“Agar Gresik mampu memberikan peranan penting bagi pembangunan IKN, Pemerintah harus memperbaiki insfrastruktur jalan menuju Pelabuhan, karena ini akan menjadi simpul. Ini yang saat ini menjadi tantangan di Gresik,” tandasnya.

Selain itu ia merekomendasikan stakeholders untuk menggali potensi apa saja yang bisa mendukung kelancaran pembangunan IKN Nusantara. Seperti material yang banyak dibutuhkan pada proyek IKN dengan volume jutaan kubik.

“Dan Gresik memiliki potensi industri yang besar. Ini yang harus disinkronkan untuk memenuhi kebutuhan pada pembangunan IKN,” tandasnya. (Slv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular