
Surabaya, Investigasi.today – Pandemi COVID-19 yang sudah melanda 2 tahun di Indonesia tidak melunturkan semangat generasi muda untuk terus melakukan kegiatan bermanfaat. Seperti yang dilakukan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Media Universitas Ciputra Surabaya.
Pelatihan Public Speaking untuk kaum Minoritas menjadi fokus mereka dalam menyebarkan pengetahuan kepada sesama. Sinergitas juga mereka jalin bersama dengan Yayasan Kasih Bangsa Surabaya (YKBS) untuk merancang pelatihan inspiratif.
Diselenggarakan pada Desember lalu, Kelompok Mahasiswa FIKOM UC yang terdiri dari 4 anggota yaitu Angel Riwong, Yavrina Syafarani, Ricky Oktaf, dan Chansa Aqilla, membuat pelatihan inspiratif kepada kaum minoritas agar bersama-sama menjadi agen perubahan di era global seperti sekarang ini.
Pelatihan ini dihadiri oleh warga perkampungan Lebak Arum yang di dominasi oleh pelajar SMP hingga SMA. Mengusung tema “Show Your Skills in English”, program ini memiliki tujuan untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum menggunakan bahasa inggris.
Tak hanya itu, Kelompok Mahasiswa FIKOM UC ini sekaligus menerapkan cara belajar menarik di era global. Mengingat keempatnya adalah Mahasiswa angkatan 2020 yang belum bisa merasakan bagaimana keseruan pembelajaran secara offline, dikarenakan pandemi yang tak kunjung usai.
“Kita menerapkan cara dosen kami memberikan cara belajar inspiratif melalui Ice Breaking setiap sebelum pembelajaran dimulai. Begitu juga pelatihan ini, kami memulainya dengan Ice Breaking sebentar untuk menambah semangat peserta,” ujar Angel Riwong.
Salah satu anggota Kelompok Mahasiswa FIKOM UC, Chansa Aqilla yang juga berprofesi sebagai News Anchor di TVRI Jawa Timur, dipercaya menjadi pemateri karena topic yang diangkat sesuai dengan ranah kemampuannya.

Hal itu juga bermaksud untuk meningkatkan semangat peserta agar bisa berkarya di usia muda. Selama berjalannya acara, Chansa Aqilla juga menegaskan bahwa peserta juga bisa mengikuti jejak karirnya jika ada kemauan yang kuat dari diri sendiri.
“kita ini masih muda, energi yang kita punya jauh lebih banyak daripada yang sudah berusia. Untuk itu kenapa kita gak mulai dari sekarang aja untuk berkarya? Aku yakin kalian semua sudah di beri rezeki sama Allah untuk berkarya sesuai kemampuan masing-masing. Jangan merasa minder, mungkin kelihatannya aja yang sukses itu yang punya duit, tapi untuk mencapai titik suskes itu harus di mulai dari nol,” ungkap Chansa Aqilla.
Sinergitas yang terjalin dalam program ini bersama dengan YKBS lebih tepatnya pada divisi Pusat Pengembangan Sosial (PPS) menjadi jembatan Kelompok mahasiswa ini melaksanakan pelatihan ini.
Pengurus YKBS juga turut hadir dalam acara ini untuk mengawasi jalannya acara. Romo
Paulus hadir untuk menutup acara pelatihan ini sekaligus juga memberikan semangat ekpada peserta untuk mau berusaha meskipun banyak keterbatasan.
“Benar kata kak Chansa, biar sukses itu tidak harus punya duit dulu, tapi bagaimana cara kita memikirkan untuk mencari duit tersebut. Melalui apa? Kalian lah generasi muda ini yang punya kuasa untuk berkaya di era global sekarang,” jelas Romo Paulus.
Ia juga berharap agar apa yang sudah disampaikan Mahasiswa FIKOM UC bisa menjadi semangat mereka setelah pulang dari pelatihan tersebut.
Selanjutnya program ini menambahkan wawasan bahasa asing peserta melalui Story Telling. Mahasiswa FIKOM UC juga memberikan tugas kepada mereka agar bisa membuat video kreatif tentang bahan Story Telling nya.
Keseluruhan video tersebut telah diterima Mahasiswa FIKOM UC pada 4 Januari lalu, dan mereka bermaksud memberikan masukan kepada peserta terkait video penugasannya melalui forum yang sudah dibuat sejak awal pelatihan diselenggarakan. (*/gm)


