Thursday, January 15, 2026
HomeBerita BaruHotHarga Melambung Tinggi, Telur Bansos di Ponorogo Diganti Ikan Segar

Harga Melambung Tinggi, Telur Bansos di Ponorogo Diganti Ikan Segar

Ponorogo, Investigasi.today – Harga telur melambung tinggi mulai memicu dampak pada masyarakat. Tidak hanya pada pengeluaran namun juga bantuan sosial.

Di Ponorogo, harga telur yang mencapai Rp30 ribu membuat penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BNPT) mengalami sedikit kendala. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kini tidak bisa lagi menikmati telur untuk kebutuhan protein mereka.

Sejumlah agen penyalur BNPT terpaksa mengganti telur dengan alternatif protein lain. Mengingat harga telur saat ini mulai tidak terjangkau.

“Memang biasanya untuk protein hewani pakai telur. Tetapi ketika harga telur naik seperti sekarang ini, diganti dengan alternatif lain,” kata salah satu agen penyalur BPNT di wilayah Kecamatan Kota Ponorogo, Taufiq Sidki, Senin (29/8/2022).

Karena harga yang mahal, akhirnya Taufiq mengganti dengan alternatif protein hewani lain. Bisa berupa daging ayam, daging sapi atau ikan laut segar.

Pergantian telur dengan protein hewani alternatif ini dilakukan supaya komoditas bantuan lain bisa tercover. Sebab, jika tetap menggunakan telur dengan harga saat ini, komoditas lain untuk BPNT akan berkurang.

“Kalau tetap pakai telur, kasihan KPM-nya. Komoditas lainnya berkurang. Sehingga tetap bisa akomodir komoditas lainnya, bisa variatif, tidak habis anggarannya untuk telur,” ungkap Taufiq.

Taufiq menjelaskan, pencairan BPNT pada bulan ini dirapel atau digabung untuk dua bulan yaitu untuk Juni dan Juli 2022. Sehingga jika per KPM per bulan dapat anggaran Rp200 ribu, bulan ini menjadi Rp400 ribu.

Dari anggaran BPNT itu, KPM bisa mendapatkan bahan pangan seperti beras, bawang merah, bawang putih, kacang tanah, daging, sayuran dan buah-buahan.

“Pencairan Agustus ini, untuk anggaran BPNT bulan Juni dan Juli. Jadi dua bulan dirapel,” kata pemilik warung La Roiba ini.

Taufiq menambahkan pergantian telur dengan protein hewani lain ini, menjadi kesepakatan penyaluran BPNT kepada KPM yang berada di wilayah Kecamatan Kota. Dia menyebut bukan tidak mungkin, di wilayah kecamatan lain, di Bumi Reog untuk protein hewaninya masih menggunakan telur.

Hal itu dilakukan karena di wilayah kecamatan lain itu, untuk mengakomodir peternak telur di wilayah tersebut. Kebetulan, di wilayah kecamatan Kota tidak ada peternaknya, sehingga dampak harga telur yang mahal ini, diganti dengan protein hewani lainnya.

“Kalau wilayah lain ada yang masih menggunakan telur. Sebab, mengakomodir kearifan lokal atau peternak ayam petelur di wilayah tersebut. Supaya usahanya telurnya terserap untuk pencairan BPNT,” pungkasnya.

Sementara itu, Jumini salah satu KPM yang mengambil BPNT di warung La Roiba menyebut pihaknya ikut saja dengan komoditas bantuan yang diterimanya. Namun, sebenarnya dirinya lebih memilih telur untuk protein hewaninya. Sebab, menurutnya kalau ikan hanya bertahan 1-2 hari. Sementara untuk telur bisa beberapa hari.

“Pinginnya sih telur, bisa digunakan untuk beberapa hari,” kata perempuan berumur 56 tahun tersebut. (Slv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular