Monday, September 1, 2025
HomeBerita BaruJatimLangka di Daerah, ASN di Banyuwangi Dilarang Beli Elpiji Melon

Langka di Daerah, ASN di Banyuwangi Dilarang Beli Elpiji Melon

Banyuwangi, Investigasi.today – Kelangkaan elpiji 3 kg yang terjadi sebulan belakangan membuat sejumlah kepala daerah turut mengecek langsung kondisi di lapangan. Kemarin (26/7), misalnya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengunjungi pangkalan elpiji 3 kg yang berada di Pasar Berlian dan Kelurahan Kertosari.

Hasil pengecekan tersebut, stok elpiji yang biasa disebut elpiji melon itu aman. Meski begitu, diakui juga bahwa pengecer dan konsumen harus ditertibkan. Sosialisasi kembali oleh disperindag diperlukan karena ada fakta bahwa selama ini konsumsi elpiji subsidi itu belum tepat sasaran. ”Kami mendengar beberapa keluhan masyarakat, ada yang belinya sampai Rp 30.000. Namun kami maklumi karena belinya di toko (pengecer) terdekat, bukan di pangkalan resmi Pertamina,” ujarnya.

Bupati Ipuk juga mengeluarkan kebijakan yang berlaku untuk para aparatur sipil negara (ASN). Untuk memastikan penggunaan elpiji sesuai peruntukan, Ipuk menginstruksikan seluruh ASN di Banyuwangi tidak menggunakan elpiji melon. ”Kalau masih ada ASN yang menggunakan elpiji subsidi, akan kami beri peringatan,” tegasnya.

Sidak juga dilakukan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Dia ingin memastikan langsung pasokan elpiji di daerahnya sudah terkendali. Ika mendatangi pangkalan elpiji di Jalan Empunala, Kota Mojokerto, dan agen elpiji di Jalan Bancang, Kelurahan Wates, Mojokerto. Dia memastikan kondisi aman dan tidak terjadi penurunan pasokan. ”Kami bersyukur karena 30 persen rumah tangga di Mojokerto sudah menggunakan jargas sehingga tidak terlalu terdampak kondisi ini,” ujarnya.

Terpisah, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, peningkatan konsumsi pada Juli ini dimulai sejak libur Idul Adha. ”Pertamina memastikan penyaluran elpiji 3 kg di Jawa Timur aman. Konsumsi rata-rata 1.515.000 tabung/hari dengan stok hari ini 26.314 MT atau 8,7 juta tabung,” ujar Ahad.

Saat ini Pertamina bekerja sama dengan pemda setempat untuk melakukan langkah antisipatif. Di antaranya, normalisasi harga dengan operasi pasar di Banyuwangi dan Kota Batu. Selain itu, Pertamina dan pemda mengadakan sidak bersama ke sejumlah pangkalan elpiji. ”Kami mengapresiasi pemda yang telah turun langsung. Sebab, peredaran di level pengecer dan tepat sasaran atau tidak merupakan ranah pemda,” imbuh Ahad.

Pertamina mengimbau masyarakat agar membeli elpiji langsung di pangkalan. Saat ini Pertamina sedang melaksanakan program subsidi tepat elpiji. Dalam program tersebut, pangkalan elpiji 3 kg difungsikan sebagai lembaga penyalur tingkat akhir yang melayani konsumen individu secara langsung dan tidak mengutamakan pengecer/pemborong. Tujuannya, warga yang berhak bisa mendapatkan elpiji melon dengan harga eceran. (Slv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular