Thursday, January 15, 2026
HomeBerita BaruNusantaraMasyarakat Bojonegoro Rela Antri Panjang Demi Minyak Goreng

Masyarakat Bojonegoro Rela Antri Panjang Demi Minyak Goreng

Bojonegoro, Investigasi.today Antrean panjang terjadi di salah satu swalayan yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Masyarakat rela antre panjang karena kesulitan mendapat minyak goreng setelah pemerintah menerapkan subsidi satu harga senilai Rp14 ribu, Selasa (15/2/2022).

Sementara di luar swalayan stok minyak goreng juga sulit didapat. Meskipun ada, yakni minyak goreng yang memiliki kualitas rendah dengan hargan yang masih tinggi berkisar antara Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

Untuk menindari kericuhan dan aksi borong, pihak swalayan menerapkan sistem kupon. Warga bisa membeli satu kali dengan maksimal dua liter minyak dengan harga Rp14 ribu. Itu pun hanya diberlakukan di jam-jam tertentu karena stok langsung ludes.

Sementara Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengimbau kepada masyarakat agar membeli minyak goreng sesuai dengan kebutuhan. menurutnya, saat ini, stok minyak goreng di sejumlah swalayan yang ada di Bojonegoro masih tersedia aman.

“Dua swalayan besar di Bojonegoro yang dicek masih ada ketersediaan. Memang terjadi pembatasan pembelian untuk megantisipasi pembelian yang berlebihan,” ujarnya saat melakukan pengecekan stok minyak goreng di beberapa swalayan dan distributor di Bojonegoro.

Pihaknya mengaku akan terus melakukan pengecekan di distributor dan pemantauan di lapangan untuk memastikan agar ketersediaan minyak goreng tetap ada di pasaran. “Pengecualian bagi pelaku UMKM harus menggunakan surat keterangan dari desa,” pungkasnya.

Sementara salah seorang produsen tahu asal Kelurahan Ledok Kulon Kabupaten Bojonegoro Pranyoto mengatakan, belakangan pihaknya mengaku kesulitan untuk membeli minyak goreng. Bahkan ia harus membeli dari Kabupaten Blora maupun ke Lamongan agar usaha tahu yang dilakukannya tetap berjalan.

“Sulitnya mendapat minyak goreng ini menyebabkan banyak produsen tahu yang jika mau produksi harus menunggu punya minyak goreng dulu. Karena jika sudah diproduksi ternyata minyak goreng tidak ada maka akan basi,” ungkapnya. (Agus)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular