
Tulungagung, Investigasi.today – Dalam pemberitaan sebelumnya tentang 3 (tiga) permasalahan yang muncul terkait kebijakan Kepala Desa Karang Talun yang dinilai sebagian masyarakat menyalahi aturan dan diputuskan tidak melalui mekanisme yang berlaku. Selasa, (02/11).
BPD pun sebagai penyeimbang jalannya pemerintahan terkesan hanya sebagai pelengkap saja, bisa dibuktikan dengan komentar Sumardji (Ketua BPD) yang hanya mau memberikan pernyataan apabila sudah bertemu Kepala Desa terkesan takut salah dalam memberikan pernyataan. Bahkan dari Pemerintah Kabupaten pun terkesan menutup – nutupi kejadian tersebut.
Saat dikonfirmasi di Kantor DPMD Tulungagung, Andoko (Bidang Aset) dan Anasrudin (Bidang Penataan dan Pemerintahan Desa) mereka berdua terkesan saling lempar jawaban. Ketika dimintai bukti bahwa Berita Acara Pembagian Bengkok tersebut Anasrudin hanya mengatakan “Ah.. itu pasti ada dan pasti sudah masuk dalam APBDes” bahkan menyindir awak media memanfaatkan kesempatan karena akan ada Pilkades.
Di lain tempat dan permasalahan ketika awak media berkunjung ke rumah mantan Ketua Gapoktan Jamil As’ari, dia dengan semangat mengatakan banyak masalah di Gapoktan dan Kelompok Peternak.
Tetapi Jamil juga mengatakan, “Saat ini Pak Kades masih menunda penanganan kasus – kasus di Gapoktan mas, mungkin karena masih mau coblosan jadi takut nek bitinge (pemilih-red) kurang”, jelasnya.
Gapoktan yang sekarang di Ketuai oleh Nuryadi mendapatkan bantuan dari Pemerintah berupa Dana tunai sebesar kurang lebih Rp 125.000.000,- dan dipergunakan untuk simpan pinjam ke anggota. Pinjaman rata – rata sebesar Rp 3.000.000,- sampai dengan Rp 5.000.000,- sampai sekarang tidak jelas apakah kembali atau tidak karena tidak pernah ada Rapat Anggota. Jamil As’ari juga menambahkan bahwa dia masih membayar iuran/simpanan wajib Rp 24.000,- sampai beberapa kali.
Di bidang peternakan, Kelompok Peternak yang di Ketuai oleh Ida Soraya sekarang sudah tidak ada aktifitas lagi bahkan beberapa peralatan bantuan dari Pemerintah antara lain Mesin Perontok Padi dan Alat Pemotong Padi informasinya dijual tanpa disebutkan siapa yang menjual. (Dn)


