
Pasuruan, Investigasi.today – Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadikan para peternak sapi was-was. Banyak peternak mengalami kerugian lantaran sapinya mati dan produksi susu mengalami penurunan
Hal ini turut menjadi perhatian perusahaan pangan berbasis susu, PT Nestle. Untuk mengatasi dan mengendalikan PMK, Nestle menyalurkan bantuan senilai Rp7,7 miliar dalam bentuk vaksin, obat-obatan, disinfektan, dan vitamin yang akan disebar ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
“Bantuan ini nanti akan kami berikan khusus di mitra koperasi kami. Kami berharap dengan bantuan ini produksi susu sapi di Jatim bangkit kembali,” ujar Presiden Direktur PT Nestle, Ganesan Ampalavanar.
Ganesan juga mengatakan lewat bantuan ini, ternak sapi akan diberikan vaksin dosis kedua. Pada bantuan yang diberikan Nestle ini paling banyak akan dibuat untuk pakan ternak.
Sebanyak 90 persen dari bantuan akan dimanfaatkan untuk pemilihan pakan ternak. Sedangkan Rp1,2 miliar sisanya akan digunakan untuk vaksinasi dan operasional distribusi vaksin.
Hal ini juga didukung oleh Kementerian Koperasi dan UMKM. Asisten Deputi Pengembangan UMKM, Bagus Rahmat mengatakan, Jatim merupakan provinsi yang paling banyak memiliki peternak sapi dan kasus sapi terjangkit PMK terbanyak di Indonesia.
“Menurut data GKSI Jawa Timur merupakan paling banyak peternak sapi perah maupun sapi potong. Namun, banyak juga ternak sapi yang yang terkena wabah PMK,” kata Bagus.
Bagus juga menjelaskan bahwa dengan adanya bantuan ini sangat penting dengan untuk penyembuhan sapi. Sehingga perekonomian di Jatim bisa puluh kembali khususnya bagi peternak sapi potong dan sapi perah.
“Vaksin pada sapi ini harus dilakukan sebanyak tiga kali dan kami menargetkan sampai 31 Desember. Saat ini sudah ada 600 ribu dosis vaksin yang telah datang di Jatim dan segera didistribusikan,” tutup Bagus. (Slv)


