
Surabaya, Investigasi.today – Pemerintah Kota Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional guna memantau ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, mengatakan pemantauan dilakukan di sejumlah titik strategis sebagai langkah antisipatif menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Upaya ini dilakukan untuk menekan laju kenaikan harga sekaligus memastikan pasokan pangan tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Agung di Surabaya, Rabu (11/2).
Sidak menyasar pasar tradisional, distributor, pangkalan LPG, hingga toko modern. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Pasar Wonokromo, Pasar Pucang, distributor beras, serta sejumlah swalayan.
Menurut Agung, pengawasan difokuskan pada stabilitas harga, kelancaran distribusi, serta keamanan pangan yang beredar di masyarakat.
“Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kami fokus melakukan pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok penting, sekaligus memastikan keamanan pangan,” tuturnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga sejumlah komoditas relatif stabil meski terjadi kenaikan pada beberapa bahan pangan. Harga cabai, misalnya, naik dari kisaran Rp40 ribu menjadi Rp80 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram dalam dua pekan terakhir.
Sementara itu, bawang merah dan telur ayam masing-masing mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu dan Rp3 ribu per kilogram. Harga ayam ras juga tercatat mengalami penyesuaian.
Kendati demikian, Agung memastikan ketersediaan bahan pangan di Surabaya secara umum masih dalam kondisi aman. Ia menjelaskan, kenaikan harga cabai dipicu faktor cuaca di daerah sentra produksi, terutama curah hujan tinggi yang menyebabkan banyak tanaman rusak dan membusuk.
“Untuk cabai memang cukup sulit dikendalikan karena sangat dipengaruhi cuaca. Namun berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian, pada Maret mendatang diperkirakan akan ada panen raya secara nasional, termasuk di Jawa Timur, sehingga diharapkan harga bisa kembali stabil,” terangnya.
Selain bahan pangan, Pemkot Surabaya juga memantau distribusi LPG 3 kilogram yang sempat mengalami keterlambatan. Jika sebelumnya pasokan datang setiap hari, kini pengiriman memerlukan waktu dua hingga tiga hari. Meski demikian, pemerintah memastikan harga LPG 3 kilogram tetap sesuai ketentuan dan tidak mengalami kenaikan.
Pemkot Surabaya menegaskan akan terus melakukan pemantauan rutin guna menjaga stabilitas harga dan menjamin kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan hingga Idul Fitri. (Laga)


