
Gresik, Investigasi.today – Capaian luar biasa ditorehkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gresik, masifnya program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) hanya menyisakan 175 ribu bidang tanah yang belum tersertifikat.
Pola kolaborasi yang dilakukan BPN Gresik didukung kerja all-out dari pemerintah desa dan panitia lokal mempercepat pengadministrasian PTSL.
Tidak hanya itu, demi suksesnya PTSL. Lembaga urusan pertanahan dan agraria ini juga menggandeng pemerintah daerah, TNI-Polri, kampus, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi masyarakat dan lain sebagainya.
Kepala BPN Gresik Asep Dr. Asep Heri mengatakan, program PTSL ini harus terus dimasifkan sehingga target ‘Gresik Kabupaten Lengkap’ bisa tuntas tahun 2022.
“Semua tanah di Gresik harus terdata, terukur, terpetakan dan tersertifikasi,” tegasnya, Kamis (10/3).
Asep menuturkan, sisa bidang tanah belum seritifikat tersebar di 168 desa, 12 kecamatan.
Kita canangkan Gresik kabupaten lengkap.
“Bidangan yang belum setifikat ada 175 ribu, belum diukur 150 ribu. Insya Alloh, seluruh target akan tercapai,” tandasnya.
Untuk target di tahun 2021, Asep yakin triwulan pertama di tahun ini bisa klir 100 persen. Total 28.600 yang tersebar di Kecamatan Menganti, Balongpanggang dan Benjeng.
“Nanti sisa yang 2021 kami tuntaskan di April ini. Dan, kami canangkan untuk target tahun ini,” terangnya.
Asep menjelaskan, sertifikat tanah ini merupakan sebuah legalitas yang dimiliki sehingga masyarakat terlindungi secara hukum. Nah, ini yang harus terus disosialisasikan bersama.
Peran ulama, lanjut Asep juga penting. Bahkan, tahun 2021 ini pihaknya memberikan kemudahan untuk sertifikat aset organisasi keagamaan baik Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah juga lainnya.
Aset tanah NU di Condrodipo misalnya, baru tahun kemarin bisa memiliki sertifikat tanah. Sejak bertahun-tahun. Selain itu, tanah sertifikat seperti wakaf juga dituntaskan.
Program PTSL tahun ini juga menyasar Kecamatan Menganti dan salah satu desa yang mendapatkan adalah Desa Beton.
Terkait program PTSL ini, Kepala Desa Beton, Mohammad Syamsul Arif mengatakan bahwa warganya sangat antusias dan pihaknya berkomitmen menyukseskan program ini.
“Program ini bagus sekali dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap kades tiga periode ini.
“Yang pasti kami akan all-out menyukseskan program ini, apalagi warga sangat senang karena tanah yang mereka miliki mempunyai kepastian hukum,” pungkasnya. (Slv)


