
Gresik, Investigasi.today – Aura keberkahan Ramadan 1447 H menyelimuti pertemuan hangat di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik pada Kamis (5/3/2026). Di bawah semangat persaudaraan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik melakukan kunjungan silaturahmi yang bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret memperkuat sinergi antara kekuatan politik dan ruh keagamaan di Kota Pudak.
Hadir dalam formasi lengkap, Ketua DPC PDI-P Gresik Fandi Akhmad Yani, didampingi Sekretaris Toriqi Fajrin, Bendahara Nadlir, serta jajaran pengurus lainnya. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Katib Syuriyah PCNU Gresik, KH Abdul Malik, dan Wakil Ketua PCNU Gresik, Haji Sururi.
Simbol Pengabdian: 1.000 Sarung untuk Pejuang Umat
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para pengurus NU, PDI-P Gresik menyerahkan bantuan 1.000 lembar sarung.
“Kami berharap hadiah ini bukan sekadar kain, tapi bermanfaat untuk mendukung ibadah sehari-hari, khususnya dalam kekhusyukan bulan Ramadan,” ujar Toriqi Fajrin, yang akrab disapa Kaji Riki.

‘Belanja Masalah’ dan Aspirasi Akar Rumput
Lebih dari sekadar berbagi, pertemuan ini menjadi ruang dialog yang produktif. Kaji Riki menegaskan bahwa momen ini digunakan PDI-P untuk melakukan “belanja masalah”—mendengar langsung denyut nadi persoalan masyarakat dari kacamata para kiai dan tokoh agama.
Sejumlah isu krusial pun mencuat, mulai dari:
• Pendidikan Keagamaan: Harapan agar pemerintah memberikan perhatian lebih pada kesejahteraan guru TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), hingga penguatan Pondok Pesantren.
• Kesehatan: Dukungan terhadap fasilitas kesehatan dan layanan sosial yang dikelola oleh kalangan Nahdliyin.
• Kesejahteraan Sosial: Sinergi program yang menyentuh langsung rakyat kecil.
“Aspirasi ini akan menjadi mandat bagi perwakilan kami, baik di kursi legislatif maupun eksekutif, untuk segera ditindaklanjuti secara nyata,” tegas Kaji Riki.
PCNU Gresik: Rumah Besar yang Terbuka
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua PCNU Gresik, Haji Sururi, mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan PDI-P. Menurutnya, NU adalah rumah besar bagi semua kalangan yang ingin berjuang demi kemajuan bangsa.
“Kami sampaikan keresahan warga Nahdliyin, seperti nasib guru ngaji dan fasilitas dakwah. PDI Perjuangan memiliki akses di pemerintahan, dan kami harap ini menjadi jembatan solusi,” tutur Sururi.
Ia juga menegaskan bahwa PCNU Gresik tetap menjaga marwah sebagai organisasi yang inklusif. “Pintu kami terbuka lebar bagi siapapun yang ingin bersilaturahmi demi kebaikan Gresik, tidak hanya satu partai saja,” tambahnya.
Menatap Masa Depan
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bahwa sinergi ini tidak akan layu setelah Ramadan berakhir. Pertemuan-pertemuan lanjutan akan terus digelar untuk memastikan bahwa kebijakan di Kabupaten Gresik selaras dengan nilai-nilai keumatan dan keadilan sosial. (Ink)


