
Klaten, investigasi.today – Perwakilan pedagang dari Pasar Manyaran, Kecamatan Cawas dan Pasar Sidoarjo, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, mendatangi DPRD Klaten. Mereka keberatan dengan rencana kenaikan kelas dan retribusi pasar yang dilakukan Pemkab Klaten.
Bakir menyebut kenaikan yang direncanakan Pemkab tidak bisa diterima. Karena retribusi kios dan los naik lebih dari 100 persen.
“Ya kita menolak rencana kenaikan retribusi karena kemahalan. Naiknya hampir 200 persen. Kemarin los ukuran 2×1,5 meter yang lama retribusi hanya Rp 1.000 nanti dihitung per meter jadi Rp 3.000 per los/hari,” ungkap Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Manyaran, Bakir, Sabtu (18/12).
Di Pasar Manyaran saat ini ada sekitar 200-an pedagang yang berjualan dan karena terdampak pandemi jadi kondisinya sepi.
“Kita keberatan kaitannya dengan pandemi. Masih pandemi kok dinaikkan,” ucap Bakir.
Sementara itu perwakilan Pedagang Sidoarjo, Warno, mengatakan pedagang meminta tarif dan penurunan kelas pasar.
“Kita minta tarif turun dan kelas pasar juga diturunkan. Kita minta turun kelas dari dulu kelas I,” kata Warno.
Pedagang datang sekitar pukul 09.00 WIB-11.00 WIB. Mereka diterima pimpinan DPRD dan perwakilan Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Pemkab Klaten.
Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM kabupaten Klaten Didik Sudiarto mengatakan rencana kebijakan itu sudah dikaji sejak lama. Kenaikan retribusi akan tetap diberlakukan.
“Tetap diberlakukan per 1 Januari 2022. Tapi dengan catatan kita koordinasi dengan bagian hukum, tim dan DPRD untuk ditinjau ulang,” ungkap Didik. (Ink)


