
Sidoarjo, Investigasi.today – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dengan didampingi Plh. Bupati Sidoarjo H. Ahmad Zaini serta Ketua DPRD Sidoarjo H. Usman dan Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji melakukan gowes bareng mengelilingi Kota Sidoarjo sambil berbagi masker di Minggu (6/9) pagi. Kegiatan ini sebagai upaya sosialisasi dan penguatan pemberlakuan protokol kesehatan Covid-19 sekaligus cek terhadap geliat ekonomi masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.
Gowes bareng yang juga diikuti pejabat Pemprov dan Forkopimda Kabupaten Sidoarjo ini diawali dari Pendopo Kabupaten Sidoarjo JL Cokronegoro Alun-Alun sisi Utara, lalu berputar kearah Jl Jenggolo terus ke Jl Sultan Agung. Di sini rombongan gowes membagikan masker kepada tukang becak, pedagang kaki lima, sopir angkot dan masyarakat yang antri berjajar menunggu giliran pembagian.
Kemudian rombongan melanjutkan gowes menyusuri Jl Gubernur Suryo, Alun-alun Timur Jl A Yani ke arah Jenggolo putar balik ke Jl A Yani menusu selatan Jl Gajah Mada dan ke Jl Majapahit dan putar balik ke Jl Larangan atau Pasar Larangan, kemudian finish di Jl Gubernur Sunandar Priyosudarmo Sidoarjo.
Ribuan masker tersebut telah dibagikan di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo dan di Pasar Larangan bersama para penyintas Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura, Surabaya. Upaya ini, sekaligus menjadi langkah persuasif guna mengajak masyarakat tertib mengenakan masker, menjaga jarak di ruang publik serta rajin mencuci tangan dengan sabun.
Gubernur Jatim Hj. Khofifah mengatakan melalui kegiatan seperti ini dirinya ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk selalu memakai masker. Masyarakat diharapkan teredukasi akan pentingnya menggunakan masker disaat kondisi seperti ini. Dikatakannya penyebaran Covid-19 masih menjadi ancaman. Untuk itu menjaga protokol kesehatan wajib dilakukan. Salah satunya dengan memakai masker.
“Terimakasih Pak Sekda yang juga Plh. bupati Sidoarjo dan pak Kapolres pak Dandim yang bersama-sama terus mengajak masyarakat agar semua pihak, semua level, semua lini tetap menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan,”ucapnya.
Gubernur Jatim Hj. Khofifah juga mengatakan kegiatan kali ini dilakukannya bersama ikatan alumni penyintas Covid-19 Jawa Timur. Mereka merupakan mantan pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Dengan mengajak mereka gowes bersama, dirinya ingin menyakinkan masyarakat bahwa seseorang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 tidak akan dapat menularkan virus itu.
“Mereka yang sudah dinyatakan negatif, sudah dinyatakan sembuh dari penyakit Covid itu mereka sudah memiliki kekebalan,”ucapnya.
Dirinya melihat masih ada stigma buruk terhadap mantan pasien Covid-19. Masyarakat masih memiliki ketakutan penularan Covid-19 oleh mantan pasien korona. Padahal itu tidak benar. Bahkan dikatakannya seseorang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 telah memiliki kekebalan virus tersebut.
“Saya mohon kepada kita semua untuk tidak menstigma mereka, jadi diantara teman-teman penyintas ini masih mendapatkan stigma dari lingkungan mereka bertempat tinggal dan lingkungan mereka bekerja,” pungkasnya. (dori)


