
Sidoarjo, Investigasi.today – Data penerima bantuan sembako dambak Covid-19 dari pemerintah Kabupaten Sidoarjo, beberapa di antaranya justru telah masuk dalam daftar penerima bantuan sosial dari program lain.
Sebut saja, inisial (S) Ketua RT/01/RW 07, Desa Seketi Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo mengatakan, ada salah satu anggota BPD yang namanya inisial (Ik) menuturkan dan memberi statemen terkait bantuan dari Pemkab.
“Pihak dari pemdes juga pakai acuan data lama, yaitu dari data penerima PKH, dan semua penerima sembako juga terdaftar sebagai penerima PKH, semua itu tertuju di (Rt/04/Rw/07),” katanya S, menirukan Ik selaku anggota BPD Desa Seketi saat di temui tim Investigasi.
Semua Itu juga meliputi Dukuhan Seketi Guyangan, Polwaga, Sonosari, Seketi Ngampel, Gembongan, Seketi Kidul, Seketi B.
“Yang membuat kami kecewa, katanya tidak boleh dobel bantuan, tapi kenyataannya penerima itu menerima bantuan dobel. Jauh sekali dengan data yang sesuai dengan dilapangan,” sebut S, selaku Rt 01/Rw/07.
Lanjut dia, warga yang menerima double bantuan ini, membuat situasi di masyarakat Desa Seketi jadi ricuh.
“Timbul kecemburuan sosial, karena mereka yang mendapatkan PKH juga dapat sembako dari Pemkab.
Bantuan yang tidak tepat sasaran dan mengakibatkan masyarakat ribut karena penerima bantuan tidak sesuai dengan di lapangan atau lokasinya. “Data warga penerima bantuan ini, kami ketahui dari hasil pengaduan warga yang tidak jadi menerima karena datanya berbeda,” tutup S.
Inisial A juga menambahkan, pihaknya sangat kecewa dengan bantuan sembako yang tidak merata dan salah arah, mestinya pendataan diperjelas, jangan data yang lama di ajukan ke Desa,” pungkasnya. (dori)


