
Gresik, Investigasi.today –
Diduga karena tidak kuat membayar hutang, seorang pria bernama Bahri Harahap (36), ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon dengan seutas tali tas di area Pergudangan Gading Mutiara Dusun Ngasinan, Desa Kepatihan Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, Kamis (8/9).
Jasad pria asal Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, DKI Jakarta itu pertama kali ditemukan oleh salah seorang penjual pentol bernama Leo Handika yang melintas sekitar pukul 18.00 WIB.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon dengan mengenakan kemeja batik warna biru dan bercelana jeans. Saksi lalu melaporkan ke satpam area ruko pergudangan.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kapolsek Menganti AKP Inggit Prasetiyanto mengatakan
“ iya benar, di lokasi kejadian juga ditemukan mobil korban Daihatsu Ayla warna putih nopol B 2438 FKG. Di dalam mobil juga ditemukan surat wasiat korban,” ungkapnya, Jumat (9/9).
Surat wasiat yang ditulis korban di kertas berwarna cokelat tersebut berisi, “Kepada Semua saudara dan kerabat, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Apapun sebelumnya masalah yang bersangkutan dengan saya, bisa menghubungi orang tua saya, Hp 08225870xxxx. Note : Saya harus pamit dari dunia ini, karean tidak kuat menanggung malu dengan saudara dan teman-teman, dan inilah jalan terakhirku” tulis surat wasiat disertai tanda tangan korban.
Inggit menuturkan bahwa korban selama ini berdomisili di mess PT Aiko Negara Daha Ruko North West Park, Citraland Blok NV 15/10 Kecamatan Pakal, Surabaya.
“Korban bekerja sebagai marketing di perusahaan tersebut,” terang mantan Kapolsek Gresik Kota itu.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro menambahkan, korban melakukan bunuh diri karena diduga faktor hutang. “Hutangnya banyak dan tidak kuat membayar,” pungkasnya. (Van)


