
Jakarta, investigasi.today – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap dampak serius penyalahgunaan narkotika jenis etomidate yang belakangan dikemas dalam bentuk vape atau rokok elektrik. Zat ini dinilai sangat berbahaya karena bekerja langsung menekan sistem saraf pusat.
Direktur Psikotropika dan Prekusor Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Brigjen Pol Aldrin Hutabarat, menjelaskan etomidate merupakan narkotika Golongan II yang penggunaannya sangat terbatas di dunia medis.
“Kalau nama istilah kimianya itu adalah Ethyl 3-(1-phenylethyl) imidazole-4-carboxylate. Itu merupakan Narkotika Golongan 2, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 Nomor 90,” ujar Aldrin saat konferensi pers usai pengungkapan narkoba jenis etomidate di apartemen kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (16/1).
Menurut Aldrin, penyalahgunaan etomidate dalam bentuk vape berpotensi menimbulkan dampak berbahaya, terutama bagi kalangan muda yang menjadi target peredaran.
“Jadi efeknya itu ya, itu bisa memberikan efek anestesi, menekan sistem saraf otak, gangguan pernapasan, potensi ketergantungan. Kejang, koma,” kata Aldrin.
Ia menegaskan, penggunaan etomidate secara berulang dan berkepanjangan dapat berujung pada kerusakan organ vital.
“Kalau ini digunakan karena ketagihan tadi berkepanjangan, akan mengakibatkan kerusakan organ jangka panjang seperti hati, ginjal, bahkan sampai kematian,” ujarnya.
Aldrin menjelaskan peredaran narkoba jenis ini menyasar kalangan anak muda.
“Kalau kita melihat tren yang saat ini jadi tren, itu khususnya kepada kalangan muda,” ujarnya
BNN menyebut, dari hasil pengungkapan ini, aparat berhasil mencegah peredaran ribuan catridge vape yang berpotensi dikonsumsi oleh puluhan ribu orang.
“Kalau kita anggaplah kita bikin yang high-nya 5 orang atau 5 pengguna. Kalau dikalikan 3.000,” kata Aldrin.
“Maka dalam hal ini, operasi yang dilakukan oleh BNN sama Bea Cukai menyelamatkan 15.000 jiwa anak bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Aldrin juga mengungkap satu catridge dapat dijual Rp 4-6 juta. Dari hasil perhitungan BNN, jika seluruh kartrid berhasil diedarkan, nilai transaksi yang berputar sangat besar.
“Nah, kalau kita hitungan di pasaran, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, informasi yang kami dapat. Satu vape ini diisi sama satu kartrid itu harganya mungkin bisa kisaran Rp 4 sampai Rp 6 juta,” ucap Aldrin.
“Kita bikin lah Rp 6 juta. Rp 6 juta dikali 3.000 berapa kawan-kawan? Rp 18 miliar,” tambahnya. (Ink)


