
BANYUWANGI, investigasi.today – Pandemi Covid-19 telah reda namun perekonomian masyarakat masih belum stabil akan tetapi biaya sekolah terkesan ‘mencekik leher’ sebagaimana salah satu SMANĀ di Kabupaten Banyuwangi.
Menurut sejumlah wali/orang tua murid baru SMAN 1 Cluring Kabupaten Banyuwangi mengatakan, “Bayar kain seragam Rp 2 Juta dapat kembalian Rp 15 Ribu”, ungkapnya.
“Biaya hampir Rp 2 Juta tersebut mendapat 5 stel kain, Jas, seragam olah raga serta atribut dan biaya tersebut harus dibayar kontan tidak boleh dicicil”, imbuhnya.
Agar menjadi seragam siap pakai wali/orang tua murid masih keluar biaya sebesar ratusan ribu rupiah untuk menjahitkan.
“Biaya menjahitkan kain seragam sebesar Rp 500 Ribu”, jelasnya. Wali/orang tua murid yang lain juga mengatakan hal senada.
Selain biaya kain seragam hampir Rp 2 Juta juga ada bayar buku sebesar ratusan ribu rupiah.
“Bayar buku sebesar Rp 700 Ribu”,ujar wali murid.
Tidak hanya itu wali/orang tua murid SMAN 1 CluringĀ juga membayar PSM atau lazim dikenal dengan istilah uang gedung sebesar Jutaan Rupiah.
“Bayar uang gedung sebesar Rp 1.7 Juta tapi boleh dicicil”, ungkapnya.
Ketika membayar biaya jutaan rupiah tersebut wali/orang tua murid ditempatkan di ruangan khusus.
“Membayarnya di ruangan sekolah khusus perempuan semua”,kata wali murid.
Hingga berita ini tayang belum ada konfirmasi dari pihak sekolah. (Widodo)


