
JAMBI, investigasi.today – Masyarakat Desa Telago Limo Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengharapkan perhatian serta bantuan pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Pemrov Jambi, agar merealisasikan terkait usulan beberapa item pembangunan yang menjadi catatan oleh pemerintah di setiap tahun pada saat Musrenbang diadakan dari Musrenbangdes di tingkat desa, di tingkat Kecamatan dan Musrenbang di tingkat Kabupaten, tentunya hasil dari Musyawarah tersebut telah di ajukan ke tingkat Provinsi Jambi.
Segala usulan masyarakat tersebut agar dapat terialisasi hingga harapan masyarakat dapat meningkatkan hasil pendapatan masyarakat khususnya para petani di desa tersebut, begitu juga penerangan dari pihak PLN untuk masyarakat yang belum menikmati penerangan kurang lebih sebanyak 100 KK.
Selanjutnya pintu air menjadi harapan masyarakat agar dapat membendung tingginya debit air dari sungai batang hari dan curahnya hujan melalui pelimer yang tersalurkan ke lokasi persawahan milik petani dan pembangunan turap sepanjang 500 M. Guna untuk mengatasi terjadinya Abrasi atau terbisnya jalan akses utama pintu masuknya di desa tersebut.
Usulan dari masyarakat yang di maksud ada beberapa item yang menjadi sekali Prioritas kemudian di lanjutkan ke tingkat Musrenbang Kecamatan dan Musrenbang di tingkat Kabupaten.
Apa yang menjadi harapan masyarakat kepada pemerintah terkait segala usulan di lakukan setiap tahunnya.
Kurang lebih berjalan selama 11 tahun masyarakat mengajukan usulannya terkait kegiatan pembangunan yang tidak terkafer oleh dana Desa ( DD) yang di kucurkan pemerintah pusat melalui APBDes Telago Limo.
Dengan tidak terkafernya dana Desa, selanjutnya di usulkan melalui Musrenbang dan juga proposal yang di ajukan kepada dinas balai Jambi, namun sampai saat ini belum juga terealisasi, seolah – olahnya pihak pemerintah tidak menanggapi atau tidak memberikan respon positif terkait usulan masyarakat tersebut.
Setiap Musrenbangdes di adakan dan Musrenbang tingkat kecamatan apa yang menjadi harapan masyarakat terkait pembangunan, usulan tersebut terus dilakukan sampai di tingkat Kabupaten.
Upaya yang ditempuh masyarakat tentunya melalui prosedur yang ada, namun apa yang telah di usulkan itu belum terealisasi (nihil).
Kepala Desa Telago Limo Bahari Husin saat di konfirmasi di ruang kerjanya belum lama ini mengatakan, masyarakat dan para petani yang ada mempertanyakan terkait beberapa item pembangunan yang menjadi skala Prioritas.
Kurang lebih 32 km (tiga pulu dua ribu meter) yang terletak di tiga Dusun.Dusun I, Dusun II, dan Dusun III. selain itu ada lima pintu Air kondisinya sudah jebol/ rusakterletak di tiga Dusun.
Selanjutnya pembangunan turap antisipasi terjadinya Abrasi atau longsor dijalan akses utama pintu masuk dan keluar di desa tersebut. Dan aliran tiang PLN yang di butuhkan masyarakat sebanyak kurang lebih 100 KK, dari beberapa item tersebut telah tertuang dalam usulan yang telah di ajukan lewat Musrenbang setiap tahunnya”, kata Kades Bahari.
Kades Bahari menjelaskan, sebanyak lima pintu air di beberapa titik sebagian kondisinya saat ini sudah jebol/rusak hingga tidak bisa lagi di pergunakan masyarakat untuk membendung tingginya debit air dari sungai batang hari begitu juga tingginya curah hujan yang datang.
Terkait saluran pelimer/ Sekunder (SK) sudah banyak yang buntu perlu di lakukan pembersihan atau pencucian dan pendalaman terhadap pelimer tersebut agar saluran yang dimaksud kembali normal.Selanjutnya jalan yang berdekatan dengan Sekolah Dasar (SD) kurang lebih 500 M. Kondisinya saat ini memperihatinkan, terlihat sudah banyak yang runtuh, perlu di bangun turap, jika tidak cepat di bangun akan mengakibatkan Abrasi karena jalan tersebut merupakan akses utama pintu masuk dan keluar bagi masyarakat desa maupun masyarakat luar desa.
“Kemudian aliran arus dan tiang PLN yang selama ini diharapkan oleh masyarakat Kurang lebih 100 kepala keluarga (KK) belum juga terealisasi”, jelasnya. (Bahar Suro)


