
Teks Foto : Ponirah (50) Penderita Sakit Jantung Saat Di Periksa Oleh Pihak Puskesmas Tegalsari
BANYUWANGI, investigasi.today – Setelah sekian lama mengidap sakit jantung dengan kondisi cukup memprihatinkan, Ponirah (50) warga dusun Padang Bulan RT 04 RW 01 desa Tegalrejo kecamatan Tegalsari kabupaten Banyuwangi yang termasuk warga tidak mampu itu dengan berbekal surat pengantar dari pemerintah Desa Tegalrejo dan surat dari kecamatan Tegalsari serta surat rujukan dari Puskesmas Tegalsari datang ke RSUD Kembiritan.
Sesampainya di RSUD Kembiritan yang terletak di kecamatan Genteng, warga mengeluh pasalnya, Kebijakan yang telah di keluarkan oleh pihak RSUD Kembiritan dalam melayani pasien bernama Ponirah tersebut di nilai justru telah menelantarkan dan berakibat membahayakan jiwa pasien yang tengah mengidap sakit jantung.
” Melihat Keadaan Ponirah yang sudah sejak lama dalam kondisi sakit jantung dan tak kunjung sembuh selanjutnya berhubung dia merupakan warga tidak mampu Saya menghubungi kepala desa Tegalrejo camat Tegalsari selanjutnya atas himbauan dari camat Tegalsari pihak Puskesmas datang ke rumah Ponirah untuk memeriksa kondisinya dan selanjutnya memberikan surat rujukan agar segera di bawa ke rumah sakit “, kata Sunoto.
” Berbekal surat dari pemerintah desa Tegalrejo dan kecamatan Tegalsari serta surat rujukan dari Puskesmas Tegalsari kami membawa Ponirah untuk berobat ke RSUD Kembiritan namun sesampainya di sana semua surat tersebut tidak berarti sama sekali padahal semua yang bertanda tangan pada surat tersebut adalah pejabat dan yang di butuhkan oleh pihak RSUD Kembiritan adalah Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM ) dari pemerintah kabupaten Banyuwangi “, imbuhnya.
” Pihak RSUD Kembiritan menyarankan melalui umum lalu untuk biaya uang dari mana? Sedangkan pasien merupakan warga tidak mampu bahkan untuk makan sehari-hari saja sering di kasih sama tetangga dan dia bertempat tinggal hanya menumpang di rumah kosong milik tetangga dan terus terang kami kecewa karena waktu di sana pasien justru di Telantarkan dan sama sekali tidak di periksa oleh pihak RSUD Kembiritan “, pungkas Sunoto. (Widodo)


