Menuntut Tanggung Jawab Dari PT.BSI, Masyarakat Bermalam di Polsek Pesanggaran

0

Banyuwangi investigasi today – Lambatnya proses penanganan laka lantas yang di alami Nur hidayat, warga blok 5 Dusun Tembakur Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran menuai reaksi keras dari rekan rekanya. Seperti yang sudah di beritakan sebelumnya,minggu 18 maret 2018 sekitar jam 23:23 wib, Nur hidayat salah seorang aktivis tolak tambang di serempet oleh truk bermuatan berat milik PT.ARKATO, salah satu perusahaan yang di kontrak oleh PT.BSI, sehingga menyebabkan luka luka di beberapa bagian tubuhnya.

Setelah mendapat penanganan medis atas luka luka yang dideritanya, Nurhidayat menunggu kabar pertanggung jawaban dari pihak PT.BSI selaku pengelola tambang emas yang mempekerjakan PT.ARKATO.
Namun kabar tersebut tidak kunjung datang,hal itu yang menyulut emosi rekan rekan sesama aktivis.
Puncaknya senin 19 maret pukul 19.00 wib,Nur hidayat bersama puluhan orang mendatangi Polsek Pesanggaran untuk meminta penjelasan terkait laka lantas yang dia alami kemarin.

Di temui saat aksi di Polsek Pesanggaran, salah satu koordinator massa Narto mengatakan” Kami di sini meminta Polisi untuk mempertemukan kami dengan pihak PT.BSI, dan ternyata pihak mereka tidak ada yang datang,
terus bagaimana tanggung jawab dari PT.BSI atas insiden laka lantas yang menimpa teman kami, soalnya dari awal kami merasa janggal, setau saya kalau ada laka lantas, semua kendaraanya di sita dulu,sebagai barang bukti sampai kasus selesai, ini yang di sita cuma punya teman kita,truk nya malah di kawal di bawa ke PT.BSI, ini kan aneh”jelasnya.

Sementara itu massa yang berjumlah puluhan orang menggelar tikar sambil ngobrol,mereka berkumpul di beberapa tempat,ada yang di depan Polsek,
ada juga yang menempati tempat parkir dan Mushola Polsek.
Massa berniat bermalam di Polsek sampai ada jawaban dan tanggung jawab dari PT.BSI.”Kata Pak Waka Polsek tadi,pihak PT.BSI masih menunggu jawaban dari Jakarta,sambil menunggu jawabanya,
Kakan menginap di sini sampai kami mendapatkan jawaban dan tanggung jawab dari PT.BSI,tidak peduli berapa lama,mau 5 hari atau 1 minggu,selama belum ada jawaban kami tidak akan pulang”.pungkas Narto. (adi)