Sunday, August 31, 2025
HomeBerita BaruJatimPetrokimia Gresik Gelar Wayang Kulit Sebagai Media Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya

Petrokimia Gresik Gelar Wayang Kulit Sebagai Media Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya

Gresik, investigasi.today – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali menggelar wayang kulit di GOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Jumat (29/8/2025). Pagelaran yang disaksikan oleh pelajar Gresik, karyawan muda Petrokimia Gresik, dan masyarakat umum ini menjadi media untuk pendidikan karakter dan pelestarian budaya.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit menjadi agenda rutin tahunan Petrokimia Gresik setiap ulang tahun perusahaan. Menariknya, pagelaran di momen HUT ke-53 ini juga disaksikan dan melibatkan pelajar yang ada di sekitar perusahaan.

“Wayang kulit merupakan warisan ‘Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity’ yang diakui UNESCO sejak 2003. Tapi warisan ini tidak akan bertahan apabila tidak bisa dikenal oleh generasi muda. Karena itu, Petrokimia Gresik konsisten mengenalkan kebudayaan pagelaran wayang kulit kepada generasi muda di Gresik dan sekitarnya,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

Pagelaran dibuka penampilan Dalang Ki Achmad Bagas Septyawan dengan lakon “Lahire Bungkus”. Bagas merupakan salah satu dalang muda binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik yang merupakan satu-satunya sanggar kesenian pagelaran wayang kulit purwa, karawitan, dan gamelan Jawa yang ada di Gresik. Selain dalang binaan sejak usia belia, saat ini Bagas juga merupakan generasi muda karyawan Petrokimia Gresik dari unit Produksi II B.

Penampilan lainnya yaitu Dalang Cilik dari pelajar Kelas 7 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Gresik; serta Dalang dan Sinden Cilik dari siswa Kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlatul Ulama (NU) Terate. Turut meramaikan sinden muda Niken Salindri, serta bintang tamu Jo Klithik dan Jo Kluthuk. Masyarakat pun semakin antusias menyaksikan pagelaran ini.

Adapun penampilan utama adalah Dalang Ki Anom Dwijokangko dari Blitar dengan membawakan lakon “Banjaran Narayana”. Rangkaian kisah pada lakon ini dimulai dari perjalanan hidup Narayana, seorang tokoh yang sejak masa mudanya telah menunjukkan kecerdasan, keteguhan hati, dan kemampuan diplomasi yang luar biasa.

“Cerita ini dapat memberikan inspirasi positif bagi kita semua dan menjadi pendidikan karakter bagi generasi muda, dimana dalam menjalankan bisnis dan roda operasional perusahaan, tentu banyak rintangan dan tantangan. Namun kami yakin, rintangan dan tantangan itulah yang akan semakin mendewasakan kita untuk dapat lebih bijak dalam melangkah dan mengambil keputusan,” tandas Adit.

Terakhir, ia mengatakan pertunjukan ini juga merupakan bentuk komitmen Petrokimia Gresik dalam menjaga keutuhan dan kebhinekaan Indonesia melalui kebudayaan. Karena nilai-nilai budaya mampu merekatkan semangat persatuan dan membangun serta menjaga kerukunan bangsa.

“Sejarah mencatat bersatunya bangsa ini karena budaya. Jangan sampai terjadi disintegrasi bangsa karena kita tidak peduli dengan seni budaya. Sejarah pun telah membuktikan bahwa seni budaya mampu merekatkan semangat persatuan sehingga kerukunan tetap terjaga,” tutup Adit.

Pada kesempatan ini juga, seluruh tamu dan penonton diajak untuk mengheningkan cipta bersama sebagai ungkapan doa bagi bangsa Indonesia yang tengah menghadapi berbagai ujian. Momen hening cipta ini menjadi wujud kepedulian dan harapan bersama agar situasi di tanah air segera membaik, serta tercipta kedamaian dan ketenangan bagi seluruh rakyat Indonesia. (Adr)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular