Tuesday, July 14, 2026
HomeBerita BaruJatimPajak Gresik Tembus Rp590 Miliar, 173 Tapping Box Dikerahkan Awasi Transaksi Usaha

Pajak Gresik Tembus Rp590 Miliar, 173 Tapping Box Dikerahkan Awasi Transaksi Usaha

Gresik, Investigasi.today – Di tengah tantangan fiskal daerah dan tuntutan percepatan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Gresik mencatat capaian signifikan dalam penerimaan pajak daerah. Hingga 13 Juli 2026, realisasi pajak daerah telah menembus Rp590,248 miliar atau 52,91 persen dari target tahun berjalan.

Angka tersebut bukan sekadar statistik penerimaan daerah. Di balik capaian itu, tersimpan dua agenda besar yang tengah didorong Pemkab Gresik: memperkuat budaya kepatuhan pajak sekaligus memperketat pengawasan transaksi usaha melalui digitalisasi sistem pemungutan pajak.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap wajib pajak yang taat, Pemkab Gresik menggelar Pengundian Apresiasi Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman Tahap I Tahun 2026 di Rumah Makan Soto Cak Har Cabang Menganti, Selasa (14/7).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala UPT PPD Gresik Bapenda Provinsi Jawa Timur Eko Setiawan, jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik, PT Jasa Raharja, Ikatan Notaris Indonesia, Ikatan PPAT, Bank Jatim Cabang Gresik, hingga para pelaku usaha.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa penghargaan kepada wajib pajak bukan sekadar seremoni pembagian hadiah, melainkan bagian dari strategi membangun kesadaran publik bahwa pajak merupakan tulang punggung pembangunan daerah.

“Setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Pemerintah hanya mengelola agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujar Yani.

Dari Pajak ke Infrastruktur: Uang Masyarakat Dikembalikan ke Masyarakat

Pemkab Gresik menilai keberhasilan penerimaan pajak tidak hanya diukur dari besarnya angka yang masuk ke kas daerah, tetapi juga sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Yani mencontohkan pembangunan infrastruktur di wilayah Gresik Selatan, khususnya Kecamatan Menganti, yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan signifikan. Jalan utama Menganti yang sebelumnya hanya dua lajur kini berkembang menjadi empat lajur dengan lebar sekitar 14 meter sepanjang kurang lebih 13 kilometer hingga perbatasan Surabaya.

Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bukti bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat benar-benar kembali dalam bentuk layanan dan fasilitas publik.

“Kami tidak ingin pembangunan hanya terkonsentrasi di pusat kota atau wilayah utara. Gresik Selatan juga harus tumbuh dan mendapatkan perhatian yang sama,” tegasnya.

173 Tapping Box Dipasang, Pengawasan Transaksi Kian Ketat

Di sisi lain, peningkatan penerimaan pajak juga dibarengi langkah penguatan pengawasan. Pemkab Gresik terus memperluas pemasangan tapping box, perangkat elektronik yang merekam transaksi usaha secara otomatis guna memastikan perhitungan PBJT berjalan lebih transparan.

Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat 173 unit tapping box telah dipasang di berbagai tempat usaha di Kabupaten Gresik.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menutup potensi kebocoran penerimaan pajak sekaligus meningkatkan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah. Pemerintah juga terus mendorong sistem pembayaran non-tunai agar proses pemungutan pajak semakin transparan, cepat, dan mudah diawasi.

PBB Jadi Penyumbang Tertinggi

Laporan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rahman menunjukkan sejumlah sektor pajak telah melampaui separuh target tahunan meski tahun anggaran baru berjalan enam bulan lebih.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp183,448 miliar atau 73,38 persen dari target. Disusul Pajak Barang dan Jasa Tertentu Tenaga Listrik sebesar Rp142,833 miliar atau 51,01 persen.

Sementara itu, sektor kendaraan bermotor juga menunjukkan tren positif. Realisasi Opsen PKB mencapai Rp61,862 miliar atau 50,39 persen, sedangkan Opsen BBNKB menyentuh Rp30,877 miliar atau 54,15 persen.

Adapun PBJT makanan dan minuman yang menjadi salah satu fokus pengawasan digital telah terealisasi Rp27,949 miliar atau 53,75 persen dari target tahun 2026.

Hadiah Motor hingga Tabungan Umrah

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemkab Gresik kembali menyiapkan berbagai hadiah bagi wajib pajak yang memenuhi kewajibannya tepat waktu.

Pada kategori PKB, BBNKB, dan Opsen PKB/BBNKB, hadiah yang disediakan berupa tiga unit sepeda motor dan enam tabungan umrah senilai Rp35 juta. Sementara untuk wajib pajak PBJT makanan dan minuman disediakan enam unit AC serta enam unit lemari es dua pintu.

Pemkab memastikan seluruh proses pengundian dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan capaian penerimaan yang telah melampaui 50 persen pada pertengahan tahun, Pemkab Gresik optimistis target pajak daerah 2026 dapat tercapai. Namun, tantangan berikutnya bukan hanya meningkatkan penerimaan, melainkan memastikan setiap rupiah yang dipungut benar-benar bertransformasi menjadi pembangunan yang dirasakan masyarakat secara merata. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular