Thursday, March 19, 2026
HomeBerita BaruJatimTiket Habis, Kuota Simpang Siur: 60 Penumpang Bawean Terlantar, Siapa Bertanggung Jawab?

Tiket Habis, Kuota Simpang Siur: 60 Penumpang Bawean Terlantar, Siapa Bertanggung Jawab?

Gresik, Investigasi.today – Malam panjang harus dilalui puluhan calon penumpang tujuan Pulau Bawean di Pelabuhan Gresik. Bukan karena cuaca buruk atau gangguan teknis, melainkan akibat simpang siur informasi yang berujung pada ketidakpastian—dan keterlantaran.

Sebanyak 60 penumpang yang hendak menaiki KM Gili Iyang gagal berangkat pada Rabu (18/3/2026) pukul 20.00 WIB. Mereka sudah mengantre sejak sore, sebagian bahkan lebih awal, setelah mendengar kabar adanya penambahan kuota penumpang.

Masalahnya, informasi itu tidak pernah benar-benar terkonfirmasi.

Secara resmi, kapasitas KM Gili Iyang hanya 196 penumpang. Namun di lapangan, beredar kabar bahwa kuota akan ditambah hingga 392 orang. Informasi inilah yang mendorong lonjakan penumpang di pelabuhan—tanpa kepastian siapa sumbernya.

Hingga kapal bersandar dan waktu keberangkatan tiba, penambahan kuota tak pernah terjadi.

Puluhan calon penumpang yang tidak kebagian tiket akhirnya terpaksa bertahan di area terminal. Sebagian duduk di lantai, sebagian lain memilih tetap siaga, berharap ada solusi mendadak. Namun malam terus berjalan tanpa kejelasan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: di mana letak miskomunikasi terjadi?

Apakah dari operator kapal, pengelola pelabuhan, atau lemahnya sistem distribusi informasi kepada calon penumpang?

Di tengah kondisi yang mulai tidak kondusif, aparat akhirnya turun tangan. Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, langsung menuju lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan Pelindo guna menyiapkan tempat istirahat sementara bagi para penumpang yang tertahan. Bantuan logistik berupa makanan ringan dan minuman juga dibagikan untuk mengurangi beban mereka.

“Kami berupaya memastikan warga tetap dalam kondisi aman dan mendapatkan perhatian selama menunggu kepastian,” ujarnya.

Namun penanganan darurat tidak serta-merta menyelesaikan akar persoalan.

Koordinasi lanjutan dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk KSOP, ASDP, hingga operator pelayaran Express Bahari. Dari sinilah solusi baru muncul—seluruh penumpang dijadwalkan berangkat keesokan harinya, Kamis (19/3/2026).

Meski solusi telah diberikan, kejadian ini menjadi catatan penting di tengah meningkatnya mobilitas menjelang arus mudik.

Lonjakan penumpang tanpa diimbangi kejelasan informasi berpotensi memicu kekacauan serupa di masa mendatang. Terlebih, rute Gresik–Bawean dikenal sebagai jalur vital bagi mobilitas warga kepulauan.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses keberangkatan hingga seluruh penumpang tiba dengan aman.

“Yang utama, warga harus sampai ke tujuan. Tapi ke depan, kejadian seperti ini tidak boleh terulang,” tegasnya.

Insiden ini bukan sekadar soal tiket habis. Ini tentang sistem informasi yang tidak solid, koordinasi yang belum sinkron, dan masyarakat yang akhirnya menanggung dampaknya. (Imron)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular